NasDem-PAN Rencana Bertemu, Hanafi Rais: Jika Bentuk Koalisi Wallahualam

NasDem-PAN Rencana Bertemu, Hanafi Rais: Jika Bentuk Koalisi Wallahualam

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 16:27 WIB
Hanafi Rais. (Foto: dok. DPR)
Hanafi Rais. (Foto: dok. DPR)
Jakarta - PAN menanggapi positif safari politik yang dilakukan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Namun, PAN belum mau berspekulasi soal terbentuknya koalisi baru.

"Namanya safari politik tentu tidak bisa dilarang ya. Dan semua partai saya kira punya hak yang sama untuk menjalankan pilihan-pilihan politik. Apakah nanti konsekuensinya atau langkah berikutnya akan membentuk koalisi baru ataupun yang lain-lain ya wallahualam kita belum tahu, wong juga belum ketemu," kata Waketum PAN Hanafi Rais di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

"Tapi saya kira apa pun yang namanya safari politik atau bahasa kita silaturahim, tentu insyaallah ada hikmah, ada kebaikan di situ," imbuhnya.



Menurut Hanafi, Ketum PAN Zulkifli Hasan akan menerima jika Surya Paloh bersama NasDem akan berkunjung. Hanafi juga belum mengetahui hal apa yang akan dibahas dalam pertemuan itu.

"Itu nanti Pak Zulhas sebagai Ketua Umum yang tentu akan melihat dan menerima kunjungan dari Partai NasDem kalau memang ada silaturahim tersebut. Tentu pembicaraannya apa, apa yang mau disampaikan dalam pertemuan itu ya kita tunggu saja kalau memang akan ada pertemuan itu," ujar Hanafi.

Terkait posisi PAN, Hanafi kembali menegaskan partai berlambang matahari putih itu berada di luar pemerintah dan menjalankan fungsi pengawasan. PAN, kata Hanafi, akan memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah.



"Kita sejak awal sudah mengatakan kita berada di luar pemerintah dan sampai sekarang juga itu kita pegang. Jadi kalau fungsi kita sekarang ini ya menjadi fungsi bagian dari checks and balances di sistem politik kita yang menganut sistem demokrasi. Seperti halnya kita baru saja rencana kebijakan 'A' ya kita coba untuk menawarkan untuk antitesisnya," tuturnya.

"Nah kita harapkan kemudian pemerintah mendengarkan masukan, mendengarkan tawaran-tawaran alternatif kebijakan lain kemudian lahir dengan sintesis yang baru yang itu lebih bijaksana," lanjut Hanafi.

Selanjutnya
Halaman
1 2