Tingkatkan Literasi, Wali Kota Semarang Ingin Tambah Perpus Keliling

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 15:59 WIB
Foto: Dok Pemkot Semarang
Foto: Dok Pemkot Semarang
Jakarta - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi membuka pameran buku bertajuk 'Ketemubuku Semarang 2019' di Gedung Wanita, Jalan Sriwijaya, Semarang. Pameran buku ini mengangkat tema 'Get It Smart, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Pembaca Indonesia'.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk gemar membaca. Ia berujar, upaya meningkatkan literasi masyarakat salah satunya yakni dengan menambah perpustakaan keliling dan melengkapi koleksi buku dengan buku-buku terlaris di toko buku besar yang banyak diminati.

"Perpustakaan keliling ini semakin banyak, bukunya yang kekinian, lengkap dengan buku yang terlaris di toko buku. Jadi anak-anak tahu perkembangan keilmuan yang terjadi hari ini, baik biografi seseorang, penemuan teknologi dan lain-lain. Itu yang diperlukan masyarakat dari pemerintah. Karena harganya mahal tidak mampu membeli, pemerintah siapkan," terang pria yang akrab disapa Hendi tersebut dalam keterangan tertulis, Jumat (1/11/2019).


Memahami perkembangan media sosial yang juga menjadi media literasi, Hendi juga ingin Dinas Arsip dan Perpustakaan menyiapkan banyak titik coworking space. Tidak hanya di perpustakaan daerah, tetapi di sekolah dan tempat umum seperti balai kota.

"Media online merupakan wilayah yang tidak bisa dibendung, untuk memfasilitasi akses media online dengan baik, maka taruh banyak spot, misalnya di coworking space tidak hanya di perpustakaan daerah, tetapi bisa di balai kota, sekolahan, yang sudah siap, inilah fungsi pemerintah dalam upaya meningkatkan gemar membaca dan menulis," urainya.

Di akhir sambutannya, Hendi juga berpesan kepada tokoh masyarakat untuk kembali rukun usai pemilu.

"Kedua pemimpin yang dulu bersaing sekarang sudah bersatu. Maka hari ini di setiap pelosok daerah mari kita rangkul kembali, anyam lagi. Para tokoh yang ada di masyarakat mari kita bersalaman, tidak lagi berbenturan terutama karena isu radikalisme, PKI, yang memecah belah bangsa, anti Pancasila tidak boleh ada lagi di bumi Indonesia khususnya di Kota Semarang," tuturnya.


Pameran Buku 2019 ini dibuka mulai pukul 09.00-21.00 WIB, dengan tiket masuk gratis. Tidak lupa Hendi mengajak masyarakat, pelajar untuk mengunjungi Pameran buku yang berlangsung hingga tanggal 7 November ini.

"Dengan pameran buku ini harapannya kami Pemerintah Kota Semarang ingin semua yang ada di Semarang yang melek huruf ini semakin suka dengan membaca dan menulis, yang belum datang silahkan datang mengunjungi pameran buku, masih ada sampai Kamis, 7 November," pungkasnya. (ega/ega)