Kemlu: WNI di Malaysia Meninggal karena Sakit Jantung, Bukan Antrean

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 13:03 WIB
Foto ilustrasi serangan jantung (Thinkstock)
Foto ilustrasi serangan jantung (Thinkstock)
Jakarta - Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Tamam bin Arsyad (56) meninggal saat mengantre layanan paspor di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia. Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menjelaskan Tamam meninggal karena serangan jantung, bukan karena antrean panjang.

"Kami lebih memahami beliau meninggal karena sakit jantung, bukan karena antrean," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, kepada wartawan, Jumat (1/11/2019).



Judha menjelaskan, pada Kamis (31/10) kemarin, Tamam sedang antre dalam pembukaan antrean pengambilan nomor urut layanan paspor untuk Jumat (1/11) hari ini. Antrean kemarin dikatakannya tidak ramai.

"Antrean saat itu belum panjang," kata Judha.



Dihubungi terpisah, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kuala Lumpur Malaysia, Yusron B Ambary, menjelaskan hal yang sama. Tamam meninggal dunia saat posisinya sedang duduk.

"Kami sangat berduka dengan wafatnya almarhum. Almarhum meninggal karena penyakit jantung kronis. Saat itu tidak ada desak-desakan, hanya ada segelintir warga, termasuk beliau yang sedang duduk santai menunggu pintu (antrean, red) dibuka," tutur Yusron.
Selanjutnya
Halaman
1 2