Ruki: Gaji Pimpinan KPK Lebih Kecil dari Pejabat Negara Lain
Sabtu, 12 Nov 2005 06:00 WIB
Jakarta - Sering dikritik mengenai gaji yang lebih besar dari pejabat negara lainnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufieqqurrahman Ruki pun membela diri. Menurut Ruki, gaji pimpinan KPK sebenarnya lebih kecil dari pejabat lainnya.Menurut Ruki, sebenarnya ia pernah menyarankan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar untuk pimpinan KPK tidak perlu diberih rumah dinas, kendaraan dinas."Tetapi yg namanya tunjangan rumah dan transportasi itu dikasih. Ini yang membuat seolah-olah gaji pimpinan KPK lebih dari pejabat negara yg lain," kata Ruki di Gedung KPK, Jl Veteran III, Jakarta, Jumat (11/10/2005).Namun, lanjut Ruki, gaji pimpinan KPK yang besarnya Rp 40 juta sebenarnya jauh lebih kecil dibanding yang diterima pejabat negara lainnya. Sebab pejabat negara lain seperti menteri mendapat rumah di Widya Chandra. "Dengan listrik yang dibayar negara, dengan pemeliharaan dan furniture yang diisi negara. Mereka lupa mereka mendapat transportasi, dapat mobil dua, dapat bensin, sopir dan segala macam. kalaudijumlah lebih besar," papar Ruki.Ruki pun heran kenapa para pejabat negara itu melihat take home pay yang diterima KPK cukup besar. Ruki menilai fasilitas yang diterima pejabat negara itu sebenarnya tidak efisien."Mereka kan sudah punya mobil sendiri, untuk apa kita beri lagi Camry yang harganya Rp 348 juta. Buang-buang duit kan. Lebih baik kita beri dia uang transportasi misalnya Rp 15 juta per bulan atau 10 juta per bulan," tukas Ruki.
(gtp/)











































