Putra Seorang Petinggi TNI Diduga Terlibat Pengrusakan Bar

Putra Seorang Petinggi TNI Diduga Terlibat Pengrusakan Bar

- detikNews
Jumat, 11 Nov 2005 23:54 WIB
Jakarta - Dua pelaku pengrusakan Bar JK 7 yang terletak di Hotel Grand Flora, Jl. Kemang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2005) dinihari kemarin telah dibawa dan ditahan di Polres Jakarta Selatan. Salah seorang pelaku disebut-sebut sebagai anak seorang Pangdam.Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman, belum bisa mengkonfirmasi keterlibatan anak petinggi militer ini. "Apakah tersangkut putra pejabat, saya kira nanti kita liat dulu," kata Firman di Mapolda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Jumat (11/11/2005).Menurut Firman, kalaupun ada anak pejabat di keributan itu, keterlibatannya juga belum bisa ditetapkan. Yakni apakah dia memang merusak, ataukah dianiaya, dan lain-lain.Sementara itu Kepala Satuan Reserse Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Suyudi AS yang langsung menangani kasus ini mengatakan sebaiknya kasus ini tidak dilihat dari latar belakang si pelaku."Kita bicara soal proses hukum atau penyelidikan kasusnya," katanya.Namun Suyudi juga tak membantah saat ditanya apakah benar salah seorang pelakunya anak seorang Pangdam. Suyudi juga mengakui kasus ini tergolong sensitif yang melibatkan banyak pihak. Karena itu kasus ini langsung ditangani di tingkat Polres. Dua pelaku pengrusakan bar yang ditahan untuk kepentingan pemeriksaan dalam kasus ini yaitu Michael, beralamat di Komplek Bintara III Blok D Bekasi Barat. Kedua Kamaruddin alias Andri, 24, Cipinang Cipedak RT 1 RW 8 Jakarta Timur. "Kedua pelaku berstatus tersangka," ujar Suyudi.Mengenai kronologis kasus ini, Suyudi menerangkan peristiwa pengrusakan bar berawal saat sekelompok anak muda yang berjumlah sekitar 15 orang sedang berada di Bar JK 7 sekitar pukul 03:00 WIB. Saat itu bar tersebut sudah akan tutup.Tiba-tiba, dua orang pelaku tersebut marah-marah sambil memecahkan kaca-kaca dan gelas yang ada di bar tersebut dengan menggunakan tongkat penyodok bola biliar. Pelaku melakukan tindakan brutal itu sebagai bentuk pelampiasan kemarahan karena pelaku cemburu teman wanitanya bersama laki-laki lain."Di bar itu pelaku melihat teman wanitanya bersama laki-laki lain yang kemudian kabur. Wanita tersebut statusnya bukan pacar pelaku tapi teman. Karena wanita dan laki-laki yang bersamanya itu kabur pelaku kesal dan kemudian merusak barang-barang yang ada di bar itu," jelas Suyudi. (gtp/)


Berita Terkait