Widodo AS: Tes DNA Terhadap Azahari Tak Diperlukan
Jumat, 11 Nov 2005 21:52 WIB
Jakarta - Tes DNA terhadap jasad Azahari dinilai sudah tidak diperlukan.Sebab dari hasil pencocokan sidik jari, Pemerintah RI sepenuhnya yakin salah satu korban tewas dalam penyergapan anti tertoris di Batu, Malang, adalah Azahari."Kita sudah identifikasi dengan dua pembanding. Bisa disimpulkan 100 persen jenasah itu adalah Azahari. Sehingga uji DNA tidak diperlukan lagi karena tingkatnya lebih rendah," kata Menko Polhukam Widodo AS sebelum mengikuti sidang kabinet siang ini di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (11/11/2005).Dijelaskan, keyakinan tersebut merupakan hasil pencocokan sidik jari korban dengan dua data pembanding. Satu, berupa sidik ibu jari kiri dan kanan Azhari dari kartu identitasnya di Malaysia. Satu lagi, sidik 10 jari Azahari merupakan data keimigrasian Indonesia saat yang bersangkutan mendaftarkan diri untuk mencari kerja pada tahun 1998.Setelah dilakukan identifikasi, menurut Widodo, ternyata kedua data pembanding itu indentik dengan sidik jari dari salah satu korban tewas yang sebelumnya diduga kuat sebagai Azhari. Karena jasad korban tidak hancur dan sidik jarinya masih utuh, maka uji DNA tidak perlu dilakukan."Sebenarnya data tentang DNA-nya kita juga punya. Kepolisian Malaysia sudah kirim 2002 saat Azhahari diduga pelaku Bom Bali," sambungnya.
(gtp/)











































