Pasca Bentrok, Pejabat & Warga Jumatan Bersama di Salena

Pasca Bentrok, Pejabat & Warga Jumatan Bersama di Salena

- detikNews
Jumat, 11 Nov 2005 22:12 WIB
Palu - Dua pekan lebih pascabentrok polisi dengan kelompok Mahdi di Dusun Salena, Buluri, Palu Barat, Sulawesi Tengah, kegairahan warga mulai tampak. Sejumlah pejabat Pemerintah Kota Palu dan warga terlihat menunaikan ibadah Jumat bersama dan menggelar Jumat bersih.Hari Jumat (11/11/2005) ini giliran Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah dan Dinas Sosial yang mengurusi segala rangkaian acara Jumat bersih dan sholat Jumat bersama itu. Mulai dari menyiapkan sound system sampai membersihkan masjid dan mencari khatib sera imam.Yang menarik, ternyata di kampung ini laki-laki yang tersisa hanya 21 orang, selebihnya sekitar 100-an adalah perempuan dan anak-anak. Wajarlah yang banyak mengisi Masjid Alamanah adalah polisi dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja. Sisanya barulah para warga yang baru Senin 7 November lalu kembali mendiami kampungnya.Warga meninggalkan kampungnya pascabentrok polisi dengan kelompok Mahdi pada Selasa 25 Oktober lalu. Bahkan sekitar 61 warga saat ini masih diinapkan Polisi di aura Torabelo, Polda Sulteng di Jalan Sam Ratulangi, Palu Timur.Menurut Wakil Bupati Suardin Suaebo, kegiatan ini akan dilaksanankan selama kurang lebih empat bulan lamanya. Pihaknya akan menugaskan sebanyak 20 dinas di Pemerintah Kota Palu untuk mengurusi Jumat bersih dan Jumatan bersama selama itu."Ini untuk pemulihan kondisi psikologis warga Salena. Jangan nanti mereka berpikir, kita tidak memperhatikan mereka. Jadi selama empat bulan itu, kami akan terus memantau kondisi warga dan memberikan siraman rohani setiap Jumat," jelas Suardin kepada detikcom di Dusun Salena, Buluri, Palu Barat, Sulawesi Tengah yang berada di lereng kelompok pegunungan Gawalise.Masih adanya trauma warga atas kejadian itu diakui Tami, warga setempat. Ia menuturkan bagaimana tidak menentunya nasib mereka selama pelarian di dalam hutan dan penampungan di aula Kimpraswil di Jalan Kartini, Palu Selatan."Sekarang, saya sudah sedikit bahagia setelah kembali ke sini. Dan saya lihat Pemerintah benar-benar memperhatikan kita, makanan dan segala rupanya disediakan. Saya tinggal menunggu pembangunan rumah saya oleh pemerintah. Soalnya saat kejadian itu, rumah saya dibakar," kata Tami.Kini, 120 Kepala Keluarga atau sekitar 258 jiwa warga Salena terus berbenah. Yang sudah mendapat rumah, kini mulai membersihkan rumahnya. Sementara, bagi rumahnya yang terbakar, masih menunggu Pemerintah memenuhi janjinya membangunkan rumah bagi mereka. (gtp/)


Berita Terkait