Lem Aibon dan Heboh Anggaran di Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 21:04 WIB
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Dwi-detikcom)

2. Proses tender stadion BMW

Kontroversi selanjutnya ialah soal proses tender untuk pembangunan stadion BMW atau Jakarta International Stadium. Proses tender ini bagian dari pengadaan barang. Saat itu, Anies dianggap tak transparan ketika membuka proses tender.

Buntutnya, PT Adhi Karya melayangkan surat keberatan kepada Pemprov DKI Jakarta terkait proses tender itu. Adhi Karya protes karena Pemprov DKI melalui Jakarta Propertindo (JakPro) selaku pemilik proyek memberikan tender kepada Wijaya Karya (Wika).

"Dari pengumuman panitia, kedua peserta lelang dinyatakan lulus semua secara teknis. Dari hasil penawaran konsorsium Adhi, HK (Hutama Karya), NK (Nindya Karya) lebih murah, karena itu kami mengirim surat keberatan ke pemilik proyek," ucap Corporate Secretary PT Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata, saat dikonfirmasi, Senin (9/9/2019).


Diketahui, lelang proyek Jakarta International Stadium diikuti oleh dua peserta dari kerja sama operasi (KSO) perusahaan-perusahaan BUMN, yakni KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PT Pembangunan Perumahan (PP), dan KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya.

Dari Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran Harga Nomor BA.PK-04/VKCM-JIS/VIII/2019 tanggal 5 Agustus 2019, penawaran harga KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP sebesar Rp 4,08 triliun. Sementara KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya menawarkan harga Rp 3,78 triliun. Akhirnya, KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP memenangkan lelang proyek stadion BMW. Padahal harganya lebih tinggi.

Selain soal harga, Adhi juga keberatan dengan ketidaksesuaian antara peserta yang diundang dengan peserta yang datang. Pemprov DKI mengundang Wijaya Karya, namun yang mengikuti pelelangan Wijaya Karya Gedung.

Namun, Anies tak khawatir dengan protes soal transpransi ini. Anies mempersilakan semua pihak untuk memeriksa proses tender itu. "Periksa saja (proses lelang) nanti. Bagi saya, ketentuan diikuti," ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Anies menyebut selalu menekankan kepada bawahannya untuk mengikuti aturan. Sehingga, bisa terhindar dari masalah-masalah terutama masalah hukum.

"Kalau terkait tender itu ada panitianya ada prosedurnya jadi biar direview oleh mereka-mereka yang memang mengelola. Kalau kami prinsipnya taati seluruh prosedur yang ada. Perlindungan terkait bagi pemerintah dan aparatnya ketaatan pada SOP, itulah perlindungannya," kata Anies.

Anies tidak mempermasalahkan Wika maupun Adhi Karya yang menjadi pemenang tender. Bagi Anies, keduanya sama-sama Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Wong yang mau bekerja dua-duanya adalah perusahaan milik negara. Dua-duanya milik negara, jadi kepada siapa pun Pemprov DKI membayarkan itu, dua-duanya masuk kepada negara RI. Yang penting prosedurnya dijalankan dengan baik," ucap Anies.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3