Lem Aibon dan Heboh Anggaran di Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 21:04 WIB
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Dwi-detikcom)
Jakarta - Proses berkaitan dengan anggaran di Pemprov DKI kembali menuai kontroversi. Kontroversi terbarunya, ialah soal ribut-ribut anggaran lem Aibon dalam cikal bakal APBD DKI Jakarta 2020. Sebelum itu, pernah ada kehebohan anggaran lainnya.

Pada Kamis (31/10/2019), detikcom merangkum beberapa kontroversi anggaran pemprov DKI di pemerintahan ini yang pernah ramai. Berikut ini daftarnya:

1. Seni Instalasi Bambu di HI

Anies pernah menuai kontroversi lantaran anggaran pengadaan seni instalasi bambu 'Getah Getih' di HI. Kehebohan dimulai ketika bambu ini dipasang pada 14 Agustus 2018.

Biaya pembangunan instalasi bambu tersebut mencapai Rp 550 juta dengan bantuan 10 BUMD DKI. Namun ternyata usia karya seni buatan Joko Avianto itu hanya 11 bulan saja.


Pada 17 Juli 2019, akhirnya seni instalasi seharga setengah miliar itu dibongkar. Bambu tersebut ternyata sudah mulai rapuh karena faktor cuaca.

Kritik pun datang. Salah satunya datang dari Sekretaris Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta Veri Yonnefil. Veri menilai pemasangan instalasi tersebut sejak awal memang sia-sia.

Anies lantas menjawab kritik tersebut. Dia menjelaskan alasannya mengapa bambu dipilih sebagai bahan seni instalasi. Menurutnya, pembelian bambu itu anggarannya akan mengalir lagi ke rakyat kecil.

"Anggaran itu ke mana perginya, perginya ke petani bambu. Uang itu diterima oleh rakyat kecil. Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil. Tapi kalau ini, justru Rp 550 juta itu diterima siapa? Petani bambu, perajin bambu," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).


Anies menuturkan proyeksi awal instalasi bambu tersebut memang hanya enam bulan. Dia menyebut instalasi dibuat hanya untuk menyambut Asian Games.

"Proyeksinya 6 bulan, memang bambu ada masa hidupnya. Alhamdulillah sekarang bisa 11 bulan. Semua yang kita pasang kemarin dalam rangka Asian Games," jelas Anies.

Anies mengatakan, jika bahan material besi yang digunakan, itu justru tidak memberdayakan warga. Dia menyebut sebagian besar uang mengalir ke petani.

"Kalau yang lain menggunakan besi belum tentu produksi itu produksi dalam negeri. Tapi kalau bambu, hampir saya pastikan tidak ada bambu impor. Bambunya produksi Jawa Barat, dikerjakannya oleh petani oleh perajin lokal. Jadi angka yang kemarin kita keluarkan diterimanya oleh rakyat kebanyakan," sebut Anies.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3