Broken Home, Top Model Leslie Jadi Pengguna Ekstasi
Jumat, 11 Nov 2005 19:34 WIB
Denpasar - Top model underwear asal Australia Michelle Leslie (24) mengakui dirinya sebagai pengguna ekstasi. Leslie menjadi pengguna ekstasi karena broken home. Dua butir ekstasi yang ditemukan polisi di tas tangannya itu sengaja dibelikan oleh temannya bernama Mia atas permintaannya.Pengakuan tersebut meluncur dari mulut manis Leslie dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim persidangan, Jumat (11/11/2005). Pengakuan tersebut diperkuat juga oleh keterangan saksi ahli psikiater dan psikologi bernama Denny Thong.Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Denpasar tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Made Sudia dan JPU Risman Tarihoran. Dalam persidangan tersebut juga didengarkan tiga orang saksi, yaitu dua orang teman Leslie Nicole Marre Lindeblad dan Alan Gustav Roboth dan sopir Andrew Wuisan. Kesaksian mereka dibacakan oleh JPU karena tidak hadir dalam persidangan.Dalam kesaksiannya, Leslie mengaku memesan ekstasi kepada Mia sekitar pada tanggal 17-18 Agustus 2005 karena ekstasi yang ia bawa dari Australia telah habis tanggal 17 Agustus 2005. "Saya kehabisan obat (ekstasi, red) dan saya bilang ke Mia butuh obat (ekstasi) yang kurang lebih sama (kadarnya dengan ekstasi yang dibawanya dari Australia)," kata Leslie.Dua butir ekstasi tersebut diterima Leslie pada Sabtu (19/08/2005) ketika mereka bersama teman-temannya makan malam di sebuah restoran di Kuta. Ekstasi yang diberikan Mia tersebut tersimpan dalam bungkusan tisue. Namun saat itu Leslie berkilah bahwa dirinya tidak tahu obat yang diberikan Mia adalah ekstasi. "Saya tidak menanyakan apa isinya karena Mia jelaskan dia punya obat untuk menggantikan obat saya yang habis," elaknya.Sudah Enam TahunKesaksian Leslie bahwa ia pengguna ekstasi diperkuat oleh keterangan saksi ahli Denny Thong. Dalam kesaksiannya Thong mengatakan bahwa Leslie menggunakan ekstasi untuk mengobati rasa cemasnya yang muncul setiap saat.Menurut Thong, Leslie sudah menggunakan ekstasi sejak enam tahun yang lalu. Dengan menggunakan ekstasi Leslie bisa melupakan masalahnya untuk sementara. Kalau cemas datang, dia pake itu (ekstasi) maka dia lupa sebentar. Ekstasi bisa melupakan sementara kegelisahannya. Dia hanya atasi sebentar dan bisa (kegelisahannya) muncul kembali. Saya tidak memasukkannya sebagai ketergantungan tetapi pengguna sewaktu-waktu," kata Thong.Thong mengaku mendapatkan keterangan Leslie adalah pengguna ekstasi dari mulut leslie langsung ketika mereka bertemu di Lapas kerobokan, tanggal 22 Oktober 2005 lalu. "Saya tahu hanya berdasarkan pengakuannya," tegas Thong.Dalam pertemuan tersebut, kata Thong, Leslie mengaku mengkonsumsi ekstasi karena mengalami broken home. Leslie memiliki tiga orang saudara anak-anak dari ibu tirinya yang berasal dari Fhilipina. Mereka sering bertengkar sejak ibu tirinya tersebut pindah ke Australia."Leslie sering bertengkar dengan ibunya mengenai nilai-nilai pergaulan. Puncaknya, saat berusia 15 tahun, Leslie bertengkar hebat dengan ibunya. Dia diusir dari rumah, pergi dan tidak pernah kembali," kisahnya.Sejak itulah Leslie sering dihantui perasaan cemas yang luar biasa dan munculnya tidak terduga. Sejak enam tahun lalu, Leslie menggunakan ekstasi untuk menghilangkan rasa kecemasannya tersebut. Leslie mengkonsumsi ekstasi, kata Thong, sudah atas sepengetahuan dokter yang mengobatinya di Australia. "Surat keterangan dokter menyatakan dia menderita penyakit dan bisa dikasi obat," demikian Thong.Sidang akan dilanjutkan pada Selasa 15 November mendatang. Agendanya adalah pembacaan tuntutan kepada Leslie oleh jaksa penuntut umum.
(gtp/)











































