Menteri yang Ajukan Stafsus Harus Lapor Presiden, Maksimal Hanya Lima

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 19:07 WIB
Pratikno (Dok. detikcom)
Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan menteri-menteri yang ingin mengajukan staf khusus harus melapor kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski setara eselon 1, staf khusus tersebut tidak melalui serangkaian tes.

"Ada beberapa levelling ya, kalau pejabat eselon 1 itu kan melalui TPA ya. Nah sekarang ini kan setara dengan eselon 1 staf khusus itu. Mekanismenya tidak TPA, nggak. Tapi mekanismenya menyampaikan kepada presiden, terus kemudian prosesnya cepatlah, 'oh iya disetujui'," kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).


Pratikno menuturkan kriteria staf khusus harus yang relevan dengan kementerian terkait. Dia mengatakan staf khusus akan saling mendukung tugas masing-masing.

"Yang penting bahwa itu kompeten, relevan dengan tugas-tugas kementerian. Merupakan satu tembok yang saling mendukung antara stafsus yang satu dengan yang lain," ucapnya.


Dia mengatakan staf khusus yang boleh diusulkan menteri maksimal hanya lima. Namun, ketentuan tersebut harus disetujui Jokowi.

"Kementerian itu ada yang tugasnya besar, ada yang relatif tidak sebesar lainnya. Memang ada gradasi, makanya jumlahnya maksimum lima. Tapi untuk menentukan jumlah itu kan nanti harus persetujuan presiden," jelasnya.



Simak juga video "Jokowi Usul, Istilah Radikalisme Diganti Jadi Manipulator Agama" :

[Gambas:Video 20detik]

(fdu/gbr)