detikNews
Kamis 31 Oktober 2019, 17:08 WIB

Dilema Warga di Kawasan Hiburan Malam Bali

Aditya Mardiastuti - detikNews
Dilema Warga di Kawasan Hiburan Malam Bali Area Jl Kayu Aya, Seminyak/Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom
Denpasar - Sebagai salah satu destinasi wisata, Pulau Dewata banyak menyuguhkan aneka hiburan bagi para turis yang berkunjung. Salah satunya seperti kelab-kelab malam yang menjamur di kawasan Kuta, Badung, Bali.

Belakangan kasus bule-bule berkelahi di depan kelab malam di Seminyak, Badung, Bali viral di media sosial. Kasus ini bukan kali ini terjadi, warga setempat rupanya sudah biasa melihat bule berkelahi, hanya saja saat ini jadi mudah viral.

"Soal masalah bule bentrok sebenarnya itu sudah lama terjadi begitu ada pub-pub dari Kutalah mengawali. Sebenarnya sudah sering sekali yang berantem antartamu cuma waktu itu nggak ada ini medianya nggak ada," kata Kepala Banjar Basangkasa Seminyak, Nengah Mardawa saat berbincang, Kamis (31/10/2019).

Mardawa menuturkan selama ini pihaknya telah membentuk sekuriti banjar, Penrepti Basangkasa, untuk melakukan patroli. Dia juga memaklumi para turis yang liburan ke Bali untuk mencari hiburan.




"Patroli untuk wilayah Basangkasa karena permasalahan yang banyak muncul bule-bule yang betul-betul di luar kontrol mungkin karena merasa sangat senang, dan melakukan hal yang aneh bagi orang Bali. Ya secara positif kita harus berpikir bagaimana caranya pariwisata agar tetap aman, kita pun masyarakat bisa menerima dengan keadaan pariwisata ini. Kalau kita strict ini nggak boleh, itu nggak boleh lebih nyaman dia, semua itu ada koridornya, ada aturannya, ada batasan," jelasnya.

 Kepala Lingkungan Basangkasa Nengah Mardawa Kepala Lingkungan Basangkasa Nengah Mardawa Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom



Selama ini pihaknya sudah mengatur ketertiban para turis-turis yang tinggal di kawasan banjar Basangkasa. Misalnya saja membatasi waktu untuk berpesta para turis yang tinggal di vila untuk menjaga kenyamanan turis lainnya.

"Seperti party kegiatan yang ramai-ramai tapi terbatas. Kalau untuk di vila misalnya ada party di vila kita buatkan rekomendasi batas waktu, berapa orang jadi, orang lain tidak terganggu. Itu sistem di sini," terangnya.

Meski begitu dia menyayangkan pengunggah video soal keributan para bule di depan kelab malam yang ada di wilayahnya. Sebab, pengunggah video itu tak mencari tahu pangkal permasalahan dan langsung memviralkan video tersebut.





"Kalau yang kemarin-kemarin saya lihat orang yang merekam nggak melihat sudut permasalahannya. Dibikin terjadi lagi, terjadi lagi cuma nggak tahu awalnya gimana. Kehidupan kelab malam memang tantangan itu, makanya kita maksimalkan keamanan di wilayah kita termasuk dengan kita ini (TKP bule berkelahi) dua wilayah antara Seminyak dan Kerobokan Kelod," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Koordinator Penrepti Banjar Basangkasa Putu Mahardika. Putu menyebut para bule yang berkelahi biasanya lebih sportif.

"Dari kita pengamanan jelas cuma mengamankan wilayah, sekarang tindak lanjutnya kalau masalah hukum kita lerai. Mereka berantem habis lalu damai, habis berantem sama-sama shake hand selesai. Kita sudah jaga 24 jam sedangkan di sebelah mungkin longgar," jelasnya.

Sebagai warga dan penjaga keamanan di wilayah tersebut, Putu juga tak bisa berbuat banyak. Apalagi jika terkait dengan kebijakan yang seharusnya diatur di tataran pusat.

"Masalah antarbule berkelahi sudah hal biasa, antisipasi ke depan dari pemerintah sebagai pembuat kebijakan yang harus mengkaji ulang bagaimana sistemnya itu kan pemerintah penanggung jawabnya. Kalau kita kan welcome saja, mereka berinvestasi di daerah kita, cuma kalau ada masalah bagaimana caranya mengkaji, Dinas Pariwisata terkait mungkin kalau dibikin aturan lebih ketat asalkan efeknya tidak berdampak buruk ke masyarakat," harap Putu.

Putu juga mengaku kaget dengan viralnya video perkelahian antarbule di wilayahnya itu. Pihaknya juga punya SOP yang mengimbau para pelaku usaha untuk tidak memukul tamu.

"Baru-baru ini ada viral sampai 3 kali saya pun terkejut, kalau dulu tidak seperti ini. Dulu nggak pernah seperti ini, kita punya kerja sama dengan pengusaha tidak boleh pukul tamu, tapi dikeluarkan lalu dijaga sekuriti. Karena namanya wisatawan citra pariwisata itu kita jaga," tuturnya.

Dia pun berharap desa adat yang berbatasan dengan wilayahnya juga bisa diajak berkoordinasi untuk saling menjaga keamanan. Apalagi selama ini pihaknya hanya bisa melerai lalu berkoordinasi dengan Satpol PP ataupun polisi.

"Mungkin ada koordinasi dua tempat mengatensi satu jalur, karena situasinya kan tidak diketahui. Di sini kalau ada pengusaha bandel tidak ikut aturan bersurat sudah sering panggil ke banjar. Kita ingin menjaga daerah kita nyaman, aman," ujar Putu.


Simak video "Rusuh! Bule Tawuran di Depan Kelab Seminyak Bali" :

[Gambas:Video 20detik]


(ams/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com