Realisasi Omnibus Law, Waka DPR: Satu Komisi 2-3 RUU Ideal dalam Setahun

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 13:07 WIB
Foto: Azis Syamsuddin. (Lamhot Aritonang/detikcom).
Jakarta - Wakil Ketua (Waka) DPR Azis Syamsuddin mengatakan DPR periode ini sebaiknya tidak terlalu banyak menghasilkan produk legislasi, seperti yang juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Menurutnya, yang lebih penting adalah menghasilkan undang-undang yang berkualitas.

"Sesuai dengan pidato Bapak Presiden bagaimana mengkompilasi dalam bentuk suatu penggabungan undang-undang omnibus law yang kita kenal dalam filosofi hukum namanya kodifikasi hukum, baik itu dalam hal undang-undang yang berceceran tentu nanti kita bersama-sama dengan pimpinan Badan Legislasi akan berkoordinasi sehingga komisi-komisi jangan terlalu banyak (membahas RUU)," kata Azis di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2019).


"Sehingga lebih mementingkan kualitas dan bagaimana meramu sebagai kompilasi kodifikasi dari undang-undang yang berserakan," imbuhnya.

Karena itu, Azis menyarankan dalam satu tahun, tiap komisi menghasilkan dua hingga tiga RUU. Jumlah itu menurutnya ideal karena RUU bisa dibahas secara komprehensif.

"Kalau pengalaman saya dalam periodisasi yang ke-4 di DPR ini, pengalaman saya satu komisi maksimal dua atau tiga (RUU). Itu sudah ideal substansinya bisa pembahasan bisa dalam dan bisa komprehensif mengundang kalangan-kalangan intelektual, masyarakat, dan sebagainya," ujar Azis.
Selanjutnya
Halaman
1 2