Rapat di Kemenko Polhukam, Menlu Jabarkan Prioritas Politik Luar Negeri RI

Rapat di Kemenko Polhukam, Menlu Jabarkan Prioritas Politik Luar Negeri RI

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 11:28 WIB
Rapat di Kemenko Polhukam, Menlu Jabarkan Prioritas Politik Luar Negeri RI
Foto: Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi (Antara Foto)
Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, mengikuti rapat paripurna tingkat menteri di Kemenko Polhukam. Dalam rapat itu, Retno menjabarkan prioritas politik luar negeri RI.

Mulanya ia menjelaskan perekonomian negara-negara di Asia Tenggara cenderung lebih stabil dibandingkan negara-negara di belahan dunia lain.

"Tapi kita melihat bahwa kawasan Asia Tenggara masih merupakan kawasan yang relatif lebih stabil, lebih damai, dan lebih sejahtera. Sejahtera karena kalau kita lihat rata-rata pertumbuhan ekonomi rata-rata negara di Asia Tenggara maka di situ tampak sekali rata-rata pertumbuhan ekonominya jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia," ujar Retno di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Indonesia, sebut Retno, memiliki kontribusi di Asia Tenggara. Kontribusi itu dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan kesejahterahan.

"Indonesia secara natural kita sebagai negara yang paling besar di negara ASEAN, tentunya kita ingin memberikan kontribusi yang besar pada ASEAN, orang mengatakan kita ini adalah natural leader dari ASEAN, yang berarti kita harus memberikan kontribusi yang besar," ujar Retno

"Salah satu kontribusi yang diberikan Indonesia dalam konteks menjaga perdamaian, stabilitas dan kesejahterahan, tidak hanya di Asia Tenggara tapi juga di Indo Pasific," lanjutnya.



Retno juga menjelaskan prioritas politik Indonesia dalam 5 tahun ke depan dalam rapat yang dipimpin Mahfud MD itu. Program prioritas itu disebut dengan formula 4+1.

"Kita sampaikan prioritas formula 4+1. Yang pertama penguatan diplomasi ekonomi, kedua diplomasi perlindungan, ketiga diplomasi kedaulatan dan kebangsaan, keempat kontribusi dan kepemimpinan Indonesia di kawasan dan dunia. Dan kelima infrastruktur diplomasi. Infrastruktur diplomasi ini terkait lebih ke dalam mengenai reformasi birokrasi, untuk mendukung empat hal tersebut," ujar Retno.

Diketahui Retno keluar lebih dahulu dari ruang rapat untuk bertolak ke Thailand. Ia akan mengikuti persiapan KTT Asia.

"Sebentar lagi saya harus berangkat ke Bangkok untuk memulai persiapan KTT ke-35 Asia," ujar Retno.




Mengenal Kecanggihan Mobil Menteri Jokowi Seharga Rp 1,5 Miliar:

[Gambas:Video 20detik]



(isa/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads