Blokade Teroris, Hotel dan Mal di Semarang Dijaga Polisi
Jumat, 11 Nov 2005 16:17 WIB
Semarang - Untuk meminimalisir gerakan teroris, sejumlah hotel berbintang dan mal di Semarang dijaga aparat kepolisian. Penjagaan dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.Kanit Patroli dan Pengawalan Polwiltabes Semarang AKP Priyo Supramono menyebutkan, hotel yang dijaga di antaranya, Ciputra, Grand Candi, Patra Jasa, dan Graha Santika. Hal yang sama juga berlaku pada mal Matahari, Citraland, Sri Ratu, dan Ramayana."Kita akan jaga sampai ada instruksi dari atasan untuk menghentikan," katanya ketika ikut mengantarkan sejumlah anak buahnya yang menjaga Hotel Ciputra, Kawasan Simpang Lima Semarang, Jum'at (11/11/2005).Priyo menjelaskan, setiap tempat akan dijaga hingga 3 personel selama 12 jam. Mereka dilengkapi dengan senjata. Dengan demikian, jika terjadi sesuatu mereka bisa langsung bergerak."Sebenarnya ini merupakan rangkaian dari pengamanan Lebaran yang lalu. Tapi karena ada kabar teroris, pengamanan lebih diperketat," ungkapnya. Sementara itu, Humas Hotel Ciputra Julia mengaku agak kaget dengan penjagaan tersebut. Karena sebelumnya pihak kepolisian sama sekali tidak memberitahu manejemen hotel."Iya, tadi saya bingung. Kok tiba-tiba ada beberapa polisi di hotel. Ada apa? Saya langsung berlarian turun ke lantai bawah," katanya.Julia menambahkan, setiap harinya hotel tempat dia bekerja sudah dijaga aparat dari Polwiltabes Semarang dan sejumlah security. Kalau ada pengamanan tambahan, dia mengaku oke-oke saja.Pengamanan yang agak tiba-tiba di Hotel Ciputra tersebut membuat beberapa pengunjung bingung. Mereka terus mengawasi gerakan personel kepolisian yang mondar-mandir di sekitar hotel. Setelah tahu hal itu hanya pengamanan biasa, mereka kembali santai.Sebelumnya, beredar informasi bahwa Noordin Moh Top kepergok berada di kota itu. Aksi dar der dor sempat muncul, namun Noordin berhasil kabur.
(nrl/)











































