Round-Up

Fahri Terus Pepet PKS Sambil Lempar Data Aset

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 06:18 WIB
DOK.detikcom/Fahri Hamzah/Foto: Lamhot Aritonang
DOK.detikcom/Fahri Hamzah/Foto: Lamhot Aritonang

Selain itu, Fahri lewat tim pengacara juga melengkapi data-data aset milik petinggi PKS, seperti rumah, untuk disita eksekusi. Mujahid mengatakan sebelumnya sudah pernah mengajukan data aset untuk disita pengadilan, tetapi masih ada beberapa data yang belum lengkap sehingga PN Jaksel belum melakukan sita eksekusi terhadap aset tersebut.



Namun, dia enggan merinci aset-aset milik pimpinan PKS yang diajukan untuk disita karena khawatir kepemilikannya akan dialihkan. Mujahid menyebut Fahri hanya menuntut hak ganti rugi Rp 30 miliarnya dipenuhi. Dia tidak peduli terhadap statusnya yang sudah bukan lagi kader PKS.

"Secara hukum itu adalah peristiwa lama, pengadilan mengatakan bahwa tindakan PKS itu bertentangan dan salah mereka lakukan karena itu secara hukum posisi Bang Fahri tetap sebagai kader PKS. Kalau mau berubah status pun anggaplah yang lain tidak berarti boleh mengabaikan putusan pengadilan," kata Mujahid.

"Putusan pengadilan itu jelas amarnya salah satunya itu mengganti rugi Rp 30 miliar, yang lainnya sudah lewat. Dulu perintahnya merehabilitasi dan mencabut SK yang dikeluarkan tapi sekarang nggak dicabut semua sampai sekarang, tapi nggak papa lah itu sekarang sudah lewat, sudah jadi wakil ketua DPR sampai akhir masa jabatan," kata Mujahid.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3