MPR Sosialisasikan 4 Pilar ke Pesantren hingga Pengrajin di Bawean

Nurcholis Ma - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 01:03 WIB
Foto: MPR RI
Jakarta - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengunjungi berbagai kelompok dan komunitas masyarakat di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur untuk mensosialisasikan empat pilar MPR, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Tempat pertama yang disambangi adalah Perguruan Pencak Silat Bawean. Dihadapan para anggota dan pendekar pencak silat di pulau itu, Jazilul mengatakan, dirinya bersyukur bisa bersilaturahmi dengan mereka.

"Pencak silat Bawean memiliki ciri tersendiri", ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2019).

Menurut Jazilul, pendekar juga merupakan santri. Sebagai santri dan orang Bawean, maka mereka selain bisa mengaji juga bisa bela diri. Dua ilmu ini merupakan bekal bagi orang Bawean untuk merantau. Untuk itulah dirinya ingin membina kelompok silat agar terus melakukan regenerasi.

Dalam sosialisasi itu, Jazilul mengajak para pendekar dan anggota pencak silat Bawean menjaga Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.


"Berharap para pendekar ikut mengawal Pancasila. Sebab kalau Pancasila diganti maka runtuhlah negeri ini," tambahnya.

Sebagai orang asli Bawean, Jazilul percaya masyarakat di pulau itu selain cinta agamanya juga cinta Pancasila dan cinta persatuan. Pencak silat menurutnya, sangat penting selain untuk menjaga jasmani, juga lambang kejantanan, kesetiaan, dan keberanian. Ia berharap agar para pendekar ikut mendidik anak muda untuk menjadi sosok yang bertanggung jawab.

Selepas bertemu dengan para anggota pencak silat, selanjutnya Jazilul mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam di Desa Daun. Di hadapan ratusan santri dan santriwati, dirinya mengucapkan selamat Hari Santri. Ia mengakui Indonesia bisa merdeka juga berkat perjuangan santri dan kiai.

Di hadapan santri, Jazilul mengatakan Empat Pilar penting untuk dijaga. Sebab bila hal ini runtuh, maka negara Indonesia akan bubar.

"Negara bubar karena tak ada pengikat. Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Santri selain 100% Islam, juga 100% Pancasila," tuturnya.


Jazilul mengakui pesantren mempunyai peran penting dalam kehidupan masyarakat. Pesantren mempunyai tiga fungsi yang berguna bagi bangsa dan negara. Ketiga fungsi itu adalah, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Santri dan pesantren harus bangga, kita harus menata diri agar menjadi manusia unggul," ujar Jazilul

Selanjutnya Jazilul mengunjungi pengrajin kerajinan tangan dari daun pandan di Desa Gunung Teguh. Ia juga memberi semangat ke pengrajin tersebut agar terus mengembangkan diri untuk melestarikan kerajinan yang sudah dilakukan secara turun temurun itu.

Ia berharap kepada pemerintah ikut membuka pasar kepada para pengrajin agar usaha mereka tetap eksis. Sorenya, Jazilul mengunjungi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Santri. Di perguruan ini, dirinya mendorong agar para mahasiswa mengimplementasikan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.




Simak juga video Pimpinan DPR-MPR Sudah Gunakan Mobil Dinas Baru:

[Gambas:Video 20detik]



(ujm/ujm)