Kesepahaman itu dibacakan Sekjen PKS Mustafa Kamal dalam jumpa pers di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019). Kedua partai menghargai pilihan politik masing-masing tapi tetap berjuang bersama memperkuat demokrasi.
Baca juga: Surya Paloh Sebut PKS Saudara Tua |
"Yang pertama, saling menghormati sikap konstitusional dan pilihan politik masing-masing partai. Partai NasDem menghormati sikap dan pilihan politik PKS untuk berjuang membangun bangsa dan negara di luar pemerintahan. Di saat yang sama, PKS juga menghormati sikap dan pilihan politik NasDem yang berjuang di dalam pemerintahan," kata Mustafa Kamal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepahaman kedua antara PKS dan NasDem adalah soal kedaulatan NKRI. Mereka juga tidak akan memberi tempat untuk separatisme hingga radikalisme.
"Serta tidak memberikan tempat kepada tindakan separatisme, terorisme, radikalisme, intoleransi, dan lainnya yang bertentangan dengan 4 konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara," sebut Mustafa Kamal.
Ketiga, PKS dan NasDem menyadari bangsa ini diperjuangkan oleh para pendiri bangsa dari kelompok nasionalis dan kelompok Islam. PKS dan NasDem ingin generasi penerus dari kedua pendiri bangsa itu melanjutkannya.
Simak juga video "F-PAN Pimpin Komisi VIII, Komisi IX Dipimpin F-NasDem" :
(gbr/tor)










































