Soal Ortu Gugat SMA Kolese Gonzaga Rp 551 Juta, Disdik: Pakai Nurani Lah

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 30 Okt 2019 16:51 WIB
Foto: SMA Gonzaga
Jakarta - Dinas Pendidikan DKI Jakarta menilai uang ganti rugi Rp 551 juta yang diajukan orang tua murid terhadap SMA Kolese Gonzaga soal anaknya yang tidak naik kelas tidak perlu dilakukan. Persoalan tidak naik kelas itu dinilai bisa diselesaikan dengan musyawarah.

"Itu kan perdata istilahnya. Kan pasalnya kalau melawan hukum ke sana arahnya. Cuma saya pikir nggak demikian lah. Kan semua tidak selalu dengan uang," kata Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Peserta Didik Disdik DKI Jakarta Taga Radja Gah saat dihubungi, Rabu (30/10/2019).

Taga juga mengatakan seharusnya permasalahan tidak naik kelas antara pihak orang tua dan pihak SMA Kolese Gonzaga bisa diselesaikan hati ke hati. Menurutnya, hal itu bisa dibicarakan secara musyawarah.

"Bicaranya itu nurani begitu, bicaranya hati. Dua minggu lalu saya ketemu Romo Susatyo, ada romo di pertemuan. Romo bilang harusnya dengan musyawarah, sama kan?" ucapnya.


Selain itu, Taga mengungkap seharusnya kedua pihak bisa mencari jalan keluar terkait permasalahan tersebut. Dia kembali mengharapkan dilakukan mediasi antarpihak.

"Saya sih inginnya mediasi. Hari gini kerjaan kita banyak. Bukan dia saja. Anaknya juga udah sekolah. Di pindah sekolah kelas XII, anaknya udah naik (kelas). Kayaknya--mohon maaf ini--bicara hati. Kalau saja pihak sekolah enak. Bisa saja terbuka. Sampaikan bagaimana baiknya. Kalau saya dari sisi sekolah, tapi kenapa tidak dilakukan?" ujar Taga.

Sebelumnya, diberitakan orang tua murid menggugat SMA Gonzaga, Jakarta Selatan, karena anaknya tidak naik kelas. Ibu siswa, Yustina, menggugat guru, kepala sekolah, hingga Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.


Berdasarkan informasi perkara yang dipublikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (SIPP PN Jaksel), perkara itu mengantongi nomor 833/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL. Yustina menggugat Kepala SMA Kolese Gonzaga, Pater Paulus Andri Astanto. Selain itu, ikut digugat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Himawan Santanu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Gerardus Hadian Panomokta, dan guru sosiologi kelas XI Agus Dewa Irianto. Yustina juga menggugat Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta.

Hingga berita ini diturunkan, detikcom sudah mendatangi SMA Gonzaga di Pejaten Barat sejak pagi untuk meminta konfirmasi. Namun pihak sekolah hingga kini belum memberikan pernyataan.



Simak juga video "Lagi-lagi Bullying! Anak Moa Aeim Bolos Sekolah karena Diejek" :

[Gambas:Video 20detik]

(maa/asp)