Profil Nico Siahaan, Presenter dan Politikus PDIP yang Dipanggil KPK

Profil Nico Siahaan, Presenter dan Politikus PDIP yang Dipanggil KPK

Lusiana Mustinda - detikNews
Rabu, 30 Okt 2019 16:26 WIB
Nico Siahaan (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Nico Siahaan (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - Nico Siahaan, politikus PDIP yang juga presenter ternama, kemarin dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dipanggil sebagai saksi untuk diminta keterangan terkait dugaan kasus pencucian uang mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra.

Dirangkum detikNews, berikut ini profil tentang Nico Siahaan:
1. Lahir di Bandung

Junico BP Siahaan, yang akrab disapa Nico Siahaan, lahir di Bandung pada 19 Juni 1970.

2. Alumni Unpad

Nico Siahaan selepas SMA meneruskan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran. Ketertarikan Nico terhadap politik sudah ada sejak duduk di bangku kuliah.

3. Presenter

Pemilik akun Instagram @junicosiahaan ini sebelum terjun ke dunia politik, memulai kariernya sebagai presenter. Nico Siahaan dikenal luas oleh publik sebagai pembawa acara kuis 'Kata Berkait' di RCTI.

Ia juga pernah mencoba seni peran dengan berakting di film berjudul 'Arisan'.

4. Terjun ke Dunia Politik

Nico Siahaan lolos ke Senayan menjadi anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan pada pileg tahun 2014. Nico Siahaan duduk di Komisi X DPR RI, yang membidangi pendidikan, pariwisata, pemuda, olahraga, ekonomi kreatif, dan perpustakaan.

Pria yang meraih suara terbanyak dari Dapil Jawa Barat I (Kota Bandung-Kota Cimahi) tersebut saat ini juga menjadi Wakil Bidang Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Jawa Barat periode 2015-2020.

5. Diperiksa KPK

Nico Siahaan dipanggil KPK terkait dugaan aliran dana tindak pidana pencucian uang tersebut ke acara Kongres Pemuda 2018 yang digelar PDI Perjuangan.

KPK sendiri menyebut duit itu diduga diterima oleh Nico Siahaan, yang merupakan kader PDIP. Namun Nico disebut telah mengembalikan uang senilai Rp 250 juta. Uang itu diduga berasal dari aliran TPPU Sunjaya.

Usai pemeriksaan, Nico mengatakan uang Rp 250 juta itu merupakan sumbangan kader untuk pelaksanaan Kongres Pemuda 2018 PDI Perjuangan. Nico yang saat itu menjadi Ketua Panitia menerima sumbangan dari sejumlah orang, tapi dia tak menanyakan asal muasal uang sumbangan tersebut.

"Saya sudah jawab sama seperti kemarin. Yang ditanyakan apakah Anda mengetahui, ya saya bilang saya nggak tahu uangnya dari mana. Kan begitu. Itu adalah sumbangan dia, kita nggak tanya satu-satu," kata Nico, Selasa (29/20/2019) kemarin.



(lus/erd)