Jadi Target Aksi Teror, Polda Metro Jaya Inventarisir Warga
Jumat, 11 Nov 2005 14:40 WIB
Jakarta - Pascatewasnya gembong teroris Azahari, Polda Metro Jaya mengintensifkan kembali inventarisasi penduduk, bekerja sama dengan RT dan RW. Sejak aksi penyergapan di Batu, Malang, aparat Polda Metro Jaya langsung menggelar razia malam hari dengan mengerahkan personel dari seluruh polsek."Dari dokumen yang dianalisis oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror, tetap sasaran terorisme besar kemungkinannya kota Jakarta," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (11/11/2005).Menurut Firman, saat tewas Azahari, Kapolri sudah memerintahkan secara langsung kepada seluruh Kapolda, khususnya Kapolda Metro Jaya untuk meningkatkan kewaspadaan. "Hal itu juga disampaikan oleh beliau sekembalinya dari Malang," terangnya.Firman memandang langkah inventarisasi warga, khususnya daerah rawan yang bisa dipakai oleh publik, seperti tempat kos, tempat wisata, pasar dan lain-lain, lebih efektif ketimbang hanya menempelkan poster buronan teroris di pusat keramaian."Berdasarkan pengalaman, Azahari hampir tidak pernah keluar rumah dan tidak menunjukkan wajahnya kepada masyarakat umum. Kemungkinan begitu juga dengan buronan lain seperti Noordin M Top," ungkapnya.Sesuai arahan Kapolri, akan dilakukan peningkatan keterampilan Babinkamtibmas dan Pospol untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap terorisme.Mengenai status Jakarta, Firman mengatakan status keamanan masih tetap waspada. "Tetapi kita tetap memberikan kesempatan libur cuti bagi anggota yang tertunda kemarin saat Lebaran," terangnya.
(san/)











































