Cerita di Balik SMA Gonzaga Digugat Rp 551 Juta karena Siswa Tak Naik Kelas

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 30 Okt 2019 14:43 WIB
Foto: SMA Gonzaga
Jakarta - Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Peserta Didik Disdik DKI Jakarta Taga Radja Gah menjelaskan duduk permasalahan terkait gugatan orang tua murid, Yustina, terhadap SMA Kolese Gonzaga. Yustina menggugat SMA Gonzaga Rp 551 juta karena anaknya tidak naik kelas 12.

Taga menyebut sebetulnya Dinas Pendidikan sempat mau memediasi kedua pihak.

"Jadi begini. Pertama itu memang Ibu Yustina sudah lapor ke Disdik, cuma belum sempat kami mediasi sudah sampai ke Pengadilan Negeri Jaksel itu. Nah, surat undangan itu saja ada saya masih belum mengarah ke pengadilan, saya harap ada mediasilah," kata Taga saat dihubungi, Rabu (30/10/2019).



Taga mengatakan saran mediasi itu awalnya disetujui oleh pihak orang tua murid. Namun, dia menyebut, justru pihak sekolah yang menolak melakukan mediasi dan memutuskan menyelesaikan di pengadilan.

"Singkat cerita pihak ortu itu sudah mengiyakan untuk mau mediasi. Harapannya dia mau ketemu dengan pihak sekolah di hadapan saya sebagai mediator. Sampai Bu Yustina, suaminya, kakaknya pertama Arya datang ke kantor bertiga. Mereka senang gitu merespons (upaya mediasi)," ucap Taga.

"Nah, namanya mediasi kan harus berdua. Pihak pertama dan pihak kedua, yakni sekolah. Saya hubungi pihak sekolah, lalu datanglah itu Rm Andre, Rm Octa, sama Pak Himawan dari Gonzaga. Datang tapi nggak mau dimediasi di kantor saya. Maunya di pengadilan saja," sambungnya.

Kemudian Taga menjelaskan pihak sekolah menolak mediasi lantaran takut pihak orang tua akan tetap menggugat walau sudah mediasi. Karena itu, akhirnya kedua belah pihak akhirnya menandatangani surat perjanjian untuk menolak mediasi.

"Saya buat pernyataan tertulis kalau Anda (Gonzaga) tidak mau dimediasi, ada tertulisnya di kantor saya itu. Artinya, pihak Disdik sudah kooperatif sekali, berusaha menyelesaikan masalah itu," ujar Taga.

Sebelumnya, diberitakan orang tua murid menggugat SMA Gonzaga, Jakarta Selatan, karena anaknya tidak naik kelas. Ibu siswa, Yustina, menggugat guru, kepala sekolah, hingga Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.



Berdasarkan informasi perkara yang dipublikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (SIPP PN Jaksel), perkara itu mengantongi nomor 833/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL. Yustina menggugat Kepala SMA Kolese Gonzaga, Pater Paulus Andri Astanto. Selain itu, ikut digugat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Himawan Santanu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Gerardus Hadian Panomokta, dan guru sosiologi Kelas XI Agus Dewa Irianto. Yustina juga turut menggugat Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta.

Hingga berita ini diturunkan, detikcom sudah mendatangi SMA Gonzaga di Pejaten Barat sejak pagi untuk meminta konfirmasi. Namun pihak sekolah hingga kini belum memberikan penyataan. (maa/asp)