Pastikan Jenazah Arman, Polisi Lakukan Tes DNA
Jumat, 11 Nov 2005 13:47 WIB
Batu - Polisi sudah bisa memastikan bahwa salah satu dari dua teroris yang tewas dalam penyergapan di Kota Batu, Jawa Timur, adalah Azahari. Satu jenazah lagi diduga Arman. Namun, untuk memastikannya, polisi akan melakukan tes DNA. Penjelasan ini disampaikan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Makbul Padmanegara kepada wartawan seusai meninjau proses identifikai barang bukti milik Azahari di lokasi penyergapan di Jl. Flamboyan, Perumahan Flamboyan Indah, Kota Batu, Jumat (11/11/2005). Menurut Makbul, sebenarnya identitas Arman sudah diketahui. Tapi, untuk memastikan harus melalui tes DNA. "Sebelum ada tes DNA, saya tidak berani memastikan dulu," kata Makbul. Mengapa Arman harus dites DNA? Menurut Makbul, Arman tidak bisa dipastikan dengan tes sidik jari. "Karena kita tidak punya bank data sidik jari Arman. Ini lain dengan Azahari," ujar dia. Saat ditanya siapa Arman dan dari mana asal-usulnya, Makbul sudah mengantongi data-datanya. Namun, Makbul tidak mau membocorkannya. Mengenai jenazah Azahari, lanjut Makbul, polisi sudah bisa memastikannya dengan tes sidik jari. Menurut dia, sidik jari merupakan cara identifikasi tertinggi untuk menentukan identitas seseorang. Bila sidik jari tidak bisa dilakukan, baru dilakukan tes DNA dan odontogram (pemeriksaan susunan gigi).Makbul menjelaskan, sidik jari jenazah Azahari sudah cocok dengan sidik jari Azahari saat berusia 12 tahun, tahun 1969 dan sidik jari Azahari saat masuk ke Indonesia tahun 1998. Karena sidik jari sudah memastikan, maka tidak perlu tes DNA untuk memastikannya lagi. "Tapi, tes DNA terhadap jenazah Azahari tetap saja perlu. Tetapi bukan untuk membuktikan bahwa jenazah itu Azahari. Tapi, karena semua ini harus dibuktikan secara ilmiah, tidak asal-asalan," jelas dia.
(asy/)











































