KPK Panggil Pejabat Ditjen PAS Jadi Saksi Kasus Suap Eks Kalapas Sukamiskin

KPK Panggil Pejabat Ditjen PAS Jadi Saksi Kasus Suap Eks Kalapas Sukamiskin

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 30 Okt 2019 11:03 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus dugaan suap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. KPK memanggil Kabag Program dan Pelaporan Ditjen Permasyarakat, Itun Wardatul Hamro, menjadi saksi.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RAZ (Rahadian Azhar)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (30/10/2019).

KPK memanggil dua saksi lain yakni Manager Coca Suki (PT Boga Selera Perdana Mubasir dan Captain Coca Suki Bandung, Lani Sumarni. Keduanya diperiksa untuk tersangka Rahadian.

Selain itu, dalam perkara yang sama, KPK memanggil staf pembelian Omega Motor Nandang Firmansyah dan pegawai Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YPKP) Bank BJB Nia Madaniah. Namun, dua orang itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.


KPK sebelumnya menetapkan lima tersangka baru kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas di Lapas Sukamiskin. Penetapan tersangka baru ini dilakukan dari pengembangan dari OTT terhadap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein pada 2018.

Kelima tersangka itu ialah:
Tersangka penerima:

1. Mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein (WH)
2. Mantan Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko (DHA)

Tersangka Pemberi

1. Napi kasus korupsi, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (TCW)
2. Mantan Bupati Bangkalan yang juga napi korupsi Fuad Amin (FA) (status tersangka gugur karena Fuad wafat dalam proses penyidikan)
3. Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar (RAZ)

Rahadian Azhar yang merupakan Dirut PT Glori Karsa Abadi diduga memberi suap ke Wahid. Dugaan suap ini berawal dari permintaan Wahid kepada Rahadian, yang merupakan pengusaha mitra Lapas Sukamiskin, untuk mencarikan mobil pengganti serta meminta Rahadian membeli mobil milikinya senilai Rp 200 juta.


"Atas permintaan tersebut, RAZ menyanggupi untuk membeli mobil Mitsubishi Pajero Sport Hitam senilai sekitar Rp 500 juta untuk WH. Ia juga menyanggupi membeli Toyota Innova milik WH," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (16/10).

Rahadian kemudian disebut menyampaikan agar Wahid membayar cicilan mobil Pajero Sport itu senilai Rp 14 juta per bulan. Namun Wahid keberatan sehingga Rahadian menyanggupi untuk membayar cicilan. Rahadian juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Wawan diduga memberi suap dalam bentuk uang. Suap diduga berjumlah Rp 75 juta.


Simak Video "Kasus Suap Sukamiskin, 2 Eks Kalapas Terima Mobil Mewah"

[Gambas:Video 20detik]




(ibh/aan)