"Kita solid mendukung Pak Anies, cuman tetap, anggota DPRD diminta kritis kepada siapa pemerintah. Tapi tidak ada maksud itu akan berseberangan. Fungsi kader Gerindra di mana pun diperintahkan begitu," ucap Syarif kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019).
Syarif menyebut perintah kritis berasal dari Ketua Umum Prabowo Subianto. Prabowo menyuruh struktur partai untuk mengawal pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai partai pengusung Anies Baswedan, Gerinda menjamin akan tetap solid sampai 2022. Namun, kebijakan yang dikeluarkan Anies harus pro-rakyat.
"Kita tetap solid dukung Pak Anies sampai selesai 5 tahun ini. Jangan berhenti tengah jalan, program-program tidak jalan kawal terus," ucap Syarif.
Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan instruksi itu tidak spesifik untuk mengkritik Gubernur DKI Anies Baswedan.
"Ndak, ndak (spesifik ke Gubernur Anies). Intinya itu lho, bukan secara spesifik harus seperti apa, secara spesifik pesan Pak Prabowo kepada seluruh anggota parlemen itu harus tetap kritis. Kira-kira begitu," kata Dahnil kepada wartawan, Senin (28/10).
Menurut Dahnil, instruksi agar kritis itu disampaikan Prabowo kepada kader Gerindra yang menjadi anggota Dewan, baik di DPR maupun DPRD. Dahnil mengatakan instruksi Prabowo berkaitan dengan fungsi anggota Dewan sebagai kontrol pemerintah.
"Jadi gini lho, instruksi kepada anggota parlemen itu ceramah Pak Prabowo yang biasa ya. Misalnya gini, anggota parlemen itu kan tugasnya memang melakukan kontrol. Kontrol itu harus kalau ada kebijakan yang merugikan rakyat, anggota parlemen harus bersuara," jelas Dahnil.
Halaman 2 dari 1











































