Kemenhub Geber Pembangunan Bandara Sis Al-Jufri Pascagempa Palu

Kemenhub Geber Pembangunan Bandara Sis Al-Jufri Pascagempa Palu

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Selasa, 29 Okt 2019 23:12 WIB
Foto: Kemenhub
Foto: Kemenhub
Jakarta - Kementerian Perhubungan terus berupaya mempercepat proses rekonstruksi dan rehabilitasi Bandara Mutiara Sis Al-Jufri pascagempa Palu yang terjadi pada 2018. Pembangunan bandara ini direncanakan akan selesai pada 2022 dan diharapkan bisa lebih cepat.

"Anggarannya sekitar Rp 327,5 miliar. Sudah dilakukan pekerjaan dan bertahap. Insyaallah April 2022 keseluruhan rekonstruksi akan selesai," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis, Selasa (29/10/2019).

Saat mendampingi kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo di Palu, Sulawesi Tengah, itu, Budi menjelaskan, dana tersebut berasal dari APBN dan bantuan dari Asian Development Bank (ADB).


Menurut Budi, proses rekonstruksi dan rehabilitasi yang dilakukan adalah pada fasilitas sisi darat dan fasilitas sisi udara meliputi rekonstruksi dan rehabilitasi gedung terminal, rekonstruksi gedung PKP-PK, rekonstruksi gedung serba guna, rehabilitasi bangunan operasional, rumah ibadah, dan rumah dinas.

Kemudian juga pekerjaan di sisi udara yang meliputi rekonstruksi dan geometri runway, perbaikan permukaan runway dan taxiway, rehabilitasi apron, pembuatan paved shoulder. Rekonstruksi dilakukan untuk merehabilitasi dan memperkuat struktur bangunan agar lebih tahan terhadap bencana seperti gempa bumi.

Untuk diketahui, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu memiliki panjang runway 2.500 x 45 m dengan luas terminal penumpang sebesar Rp. 15.196 m2. Pada tahun 2018, bandara ini mampu menampung sebanyak 1,3 juta penumpang.

Pascabencana, transportasi udara merupakan salah satu sarana transportasi pilihan utama yang sangat penting keberadaannya di Kota Palu. Tak hanya untuk mobilisasi orang, tapi juga sebagai jalur masuk utama bagi bantuan bahan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya bisa dilakukan melalui transportasi udara.


Selain rekonstruksi dan rehabilitasi Bandara, kata Budi, pihaknya akan melakukan rekonstruksi di tiga pelabuhan, yaitu Pelabuhan Pantoloan, Wani dan Donggala. Selanjutnya rekonstruksi di sektor darat meliputi perbaikan Terminal Bus Tipe A Induk Mamboro di Sulawesi Tengah.

Rehabilitasi dan rekonstruksi sektor transportasi, lanjut Budi, dilakukan sebagaimana amanat Presiden melalui Instruksi Presiden RI nomor 10 Tahun 2018 Tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah dan Wilayah Terdampak Lainnya.

Dengan dilakukannya pembangunan dan pengembangan sejumlah infrastruktur transportasi di Sulawesi Tengah ini, Budi berharap dapat memulihkan dan membangkitkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Palu dan sekitarnya pascabencana. (akn/akn)