detikNews
2019/10/29 22:24:01 WIB

JK: Sumpah Pemuda Dulu untuk Merdeka, Sekarang untuk Kemajuan dan Keadilan

Matius Alfons - detikNews
Halaman 1 dari 1
JK: Sumpah Pemuda Dulu untuk Merdeka, Sekarang untuk Kemajuan dan Keadilan Wapres ke-10 Jusuf Kalla dalam diskusi 'Memupuk Rasa Persatuan dan Toleransi terhadap Perbedaan'. (Alfons/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden RI ke-12, Jusuf Kalla (JK), berbicara soal persatuan bangsa di tengah keberagaman. JK menyebut persatuan hanya bisa terjadi jika kemakmuran dan keadilan bisa tercapai di Indonesia.

Awalnya JK berbicara dalam diskusi bertemakan 'Memupuk Rasa Persatuan dan Toleransi terhadap Perbedaan' terkait Sumpah Pemuda. Dia menyebut sumpah yang harus dilakukan saat ini yakni sumpah meningkatkan kemakmuran dan keadilan di Indonesia.

"Sumpah Pemuda sendiri itu adalah tekad bersatu untuk merdeka pada waktu itu, tentu tekad itu tidak relevan lagi pada dewasa ini, tekad sekarang ini bersatu untuk kemajuan dan keadilan. Karena itu, apabila kita ingin bicara tentang generasi muda yang memikirkan masa depan tentu melaksanakan hal-hal yang bisa capai tujuan berbangsa itu," kata JK saat memberi sambutan di gedung Gajahmada Lemhanas RI, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019).


Kemudian JK menjelaskan lebih jauh soal keadilan. Dia menyebut ada 15 konflik besar yang terjadi sejak Indonesia merdeka karena ketidakadilan.

"DI/TII, Permesta, Aceh, G30S, Poso, Ambon dan sebagainya, itu semua konflik-konflik yang hampir semua itu disebabkan ada perasaan tidak adil. Sepuluh dari 15 (akar masalah konflik) itu adalah ketidakadilan, jadi apabila kita ingin menjaga persatuan itu ialah menjaga keadilannya dan maju, karena walau adil tapi tidak maju juga salah," ujar JK.

Selain itu, JK menyinggung soal kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi. Dia menyebut konflik dan perpecahan akan tetap terjadi jika masih ada ketidakadilan dalam kemakmuran.


"Apabila tumbuh ekonomi tapi nggak adil ya bisa konflik lagi. Karena itulah bagian dari semua negara semua bangsa, maju yang adil. Di antara kita sudah berusaha, bertanggung jawab juga saya, tadi disebut Wapres nomor 10, nomor 12, saya tanggung jawab juga, tapi kita upayakan, keutamaan gimana mengurangi kemiskinan, tapi tentu yang dibutuhkan lebih dari itu, apa cara orang makmur yang adil," ujarnya.

JK juga berpesan agar masyarakat Indonesia seluruhnya harus mulai mengupayakan hal-hal yang nyata untuk bersatu. Menurut JK, tidak bisa lagi hanya membaca Pancasila tapi mulai betul-betul menerapkannya

"Sekali lagi saya ingin katakan, upaya persatuan apa pun kita tiap hari baca Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, tapi kemajuan negara tidak seimbang dengan posisi kita, kemudian kesenjangan yang terjadi merupakan benih-benih konflik yang bisa terjadi, karena itu saya hargai upaya persatuan ini. Tapi sekali lagi persatuan itu dikelola dengan hal yang nyata, hanya itulah yang selalu kita upayakan," sebut JK.
(maa/jbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com