Round-Up

Menanti Rapat Perdana Menhan Prabowo dan Komisi I DPR

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Okt 2019 21:32 WIB
Menhan Prabowo Subianto (Lisye Sri Rahayu/detikcom)


Kembali soal Komisi I. Meutya selaku Ketua Komisi I langsung tancap gas melaksanakan tugas dengan memanggil pimpinan mitra kerja, termasuk Prabowo.

"Kita akan coba panggil untuk mengetahui apa yang akan mereka lakukan. Rencana-rencana apa ke depan yang akan dilakukan oleh kementerian-kementerian yang cukup strategis di bawah Komisi I, termasuk tentu Kemenhan. Kita ingin tahu pola ke depan dan juga apa program-program dari Kemenhan kali ini," ujar Meutya.

Meutya menyebut ada sejumlah program Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang pada periode 2014-2018 belum selesai. Program tersebut di antaranya adalah mengenai minimum essential force dan industri pertahanan nasional.

Menanti Rapat Perdana Menhan Prabowo dan Komisi I DPRKetua Komisi I DPR Meutya Hafid (Ari Saputra/detikcom)


"Di bidang pertahanan kan ada, pertama, minimum essential force yang belum selesai. Jadi tahap ketiga kita harapkan bisa selesai periode ini hingga 2024, sehingga pertahanan deteren dan dihormati oleh negara lain," ucap politikus Partai Golkar itu.

"Yang kedua tentu industri pertahanan nasional. Itu menjadi juga salah satu yang kita dorong supaya lebih dapat berkembang. Kita bisa lebih menjadi mandiri dalam hal alutsista dengan mengedepankan industri pertahanan nasional," imbuhnya.

Apalagi Kemhan saat ini mendapatkan alokasi anggaran paling besar dibanding tahun lalu. Anggaran Kemhan disebut mencapai Rp 131,2 triliun.
(dhn/haf)