Ucap Ikrar Terbanyak, Pemuda Pancasila Terima 2 Penghargaan MURI

Adinda Purnama Rachmani - detikNews
Selasa, 29 Okt 2019 18:25 WIB
Foto: MPR RI
Jakarta - Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menerima penghargaan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), dalam kategori ikrar sumpah pemuda dan ikrar anti narkoba oleh anggota ormas terbanyak.

Bamsoet mengatakan dua penghargaan dengan nomor 9267/R.MURIX/2019 dan 9268/R.MURIX/2019 itu tidak boleh hanya menjadi penghias dinding semata, melainkan harus menjadi pendobrak semangat agar para kader dapat meningkatkan kualitas diri.

"Komitmen awal berupa pengucapan ikrar harus ditindaklanjuti oleh perbuatan nyata, baik dalam hal anti narkoba maupun pengejawantahan nilai-nilai sumpah pemuda. Kader Pemuda Pancasila harus menjadi pelopor jihad melawan narkoba, bukan malah menjadi korban apalagi bandar. Dimulai dari Pemuda Pancasila kita bebaskan generasi muda Indonesia dari jurang narkoba," ucap Bamsoet, dalam keterangannya, Selasa (29/10/2019).


Bagi Bamsoet perang melawan narkoba merupakan sebuah keniscayaan. Merujuk data dari Badan Narkotika Nasional, United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC), Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) pada 2018, dilaporkan bahwa untuk narkoba dan kejahatan di Indonesia bersama Australia dan Malaysia masuk dalam segitiga emas perdagangan metafetamin atau sabu.

"Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2018 sekitar 2,2 juta mahasiswa terpapar narkoba. Dengan adanya peran pemuda pancasila diharapkan kader bisa menjadi teladan bagi para pemuda lainnya, sehingga bukan hanya mampu menekan jumlah korban narkoba saja melainkan bisa menghilangkan," tambah Bamsoet.


Dalam hal Sumpah Pemuda, para pemuda masa pergerakan taun 1928 bisa menyadari arti pentingnya persatuan melalui pengakuan atas tumpah darah satu, berbangsa satu dan menjunjung tinggi bahasa persatuan Indonesia. Maka pemuda masa kini tidak boleh mundur ke belakang dengan kembali dalam sekat SARA.

"Nama besar Pancasila yang bersanding dalam organisasi Pemuda Pancasila tidak boleh dianggap hanya menjadi pelengkap, melainkan sebagai penguat sekaligus meneguhkan perjuangan pemuda pancasila dalam menjaga tanah air tercinta. Jika pemuda di awal pergerakan sudah mengikrarkan bertumpah darah satu, berbangsa satu dan menjunjung tinggi bahasa persatuan Indonesia. Maka pemuda masa kini melalui pemuda pancasila harus menyempurnakan dengan mengikrarkan Berideologi satu, ideologi pancasila," tutup Bamsoet.


Simak juga video "Sambangi Kediaman Ma'ruf Amin, Bamsoet: Obrolan Kebangsaan" :

[Gambas:Video 20detik]

(ujm/ujm)