Gerindra Sebut Prabowo Akan Kunjungan ke AS, Ini Kata Kemlu

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 29 Okt 2019 17:40 WIB
Prabowo Subianto (Grandyos Zafna/detikcom)


Teuku juga mengaku tidak bisa memastikan apakah Prabowo diboikot atau tidak oleh Amerika Serikat saat itu. Menurutnya, keputusan penerbitan visa merupakan hak kedaulatan tiap negara.

"Saya tidak bisa menyebutkan boikot atau tidak boikot ya, jadi kebijakan visa satu negara kan menjadi hak kedaulatan satu negara. seperti halnya kalau ada orang ingin ke Indonesia, kemudian visanya belum diterbitkan, kita tidak harus atau tidak ada kewajiban bagian visa untuk menjelaskan apa alasan diberikan atau tidak diberikannya suatu visa. Itu berlaku umum, semua negara juga menerapkan kebijakan yang sama," ucap Teuku.


Seperti diketahui, Departemen Luar Negeri AS menolak visa Prabowo pada 2000 tanpa menjelaskan alasannya. Saat itu, Prabowo berencana menghadiri kelulusan putranya yang berkuliah di Boston, AS.

Namun, setelah nama Prabowo kian besar di dunia politik Indonesia, Duta Besar AS untuk Indonesia diketahui berturut-turut memberikan keleluasaan untuk Ketum Gerindra tersebut. Hal tersebut terbukti dengan dibukanya akses bagi saudara laki-laki Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, yang melakukan beberapa kali perjalanan ke Washington untuk berdialog dalam kapasitasnya sebagai pengusaha.

Namun kini Partai Gerindra memastikan sang ketum, Prabowo Subianto, sudah tak ditolak masuk wilayah Amerika Serikat. Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut Prabowo dalam waktu dekat akan menghadiri acara di Negeri Paman Sam.
Halaman

(maa/gbr)