Puncak Tetap Macet Saat Sistem 2-1, Bupati Bogor Akui Prediksi Meleset

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Selasa, 29 Okt 2019 14:41 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin (Sachril Agustin Berutu/detikcom)


Ade menjelaskan kurangnya kedisiplinan pengendara terlihat dari banyaknya traffic cone yang jatuh. Traffic cone yang berjatuhan ini disebabkan padatnya arus lalu lintas.

"Jadi ada yang berdesakan, traffic cone ditabrak, terus juga petugas kesulitan ketika kondisi padat, traffic cone tidak bisa dipindah sehingga stuck," tutur dia.

Uji coba sistem 2-1 di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, dilakukan pada 27 Oktober 2019. Beragam masalah ditemukan saat penerapan uji coba sistem tersebut. Kemacetan pun masih menghantui.

Sekretaris Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Hindro Surahmat mengatakan Pasar Cisarua menjadi titik paling krusial. Sebab, lokasi tersebut menjadi penyebab kemacetan panjang.

"Kita mutar dari Taman Safari Indonesia (TSI) sudah macet. Jarak TSI ke Pasar Cisarua sekitar 2 kilometer, ditempuh 1 jam lebih. Sekitar 2 jam sampai sini (TMC Gadog)," kata Hindro di TMC Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (27/10).

PKL di sekitar Pasar Cisarua, disebut Hindro, sampai memakan bahu jalan. Selain itu, parkir liar membuat kondisi semakin semrawut.

"Kapasitas jalan tidak maksimal. Terus ada penyempitan, yang dari dua menjadi satu lajur. Itu sangat mengganggu. Apalagi dari dua ke satu, posisinya di Pasar Cisarua. Itu makin crowded, titik krusial (kemacetan)," tuturnya.
Halaman

(knv/knv)