"NTB saat ini masih berada di periode musim kemarau. Diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan November 2019," kata Prakirawan BMKG Satklim Lobar Restu Patria Megantara dalam keterangannya kepada detikcom, Selasa (29/10/2019).
Dalam keterangan tertulis soal update kekeringan yang disampaikan, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan pada musim kemarau. Seperti kekeringan, kekurangan ketersediaan air bersih, dan potensi kebakaran lahan di sebagian besar wilayah NTB. Terlebih di daerah-daerah rawan kekeringan dan daerah dengan hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar beradaptasi dengan mundurnya musim hujan di NTB pada tahun ini. Salah satunya dengan menyesuaikan perencanaan kegiatan dengan kondisi iklim yang ada," ujarnya.
Sementara itu, kondisi suhu muka laut di sekitar perairan NTB dan angin timuran masih mendominasi di wilayah Indonesia serta Pergerakan Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini tidak aktif di wilayah Indonesia. Kondisi tersebut memicu mengurangi peluang terjadinya hujan di wilayah NTB.
Analisis lain, peluang terjadinya hujan pada Oktober ini cukup rendah. Peluang terjadinya hujan kurang dari 50 mm per dasarian, berlaku di sejumlah wilayah, seperti di Kota Mataram dan Lombok Barat.
Atas situasi itu, pihaknya mengeluarkan peringatan dini kekeringan di NTB update Oktober 2019, waspada potensi kekeringan di daerah dengan HTH kurang dari 60 hari, seperti di Kota Mataram, Selaparang, Cakranegara, dan Ampenan.
Lombok Barat (Lembar, Sekotong, Lingsar, Gunungsari), Lombok Utara (Bayan, Tanjung, Gangga). Lombok Tengah (Praya Barat, Praya Timur, Pujut), Lombok Timur (Sembalun, Labuhan Haji, Jerowaru, Sakra Barat, Swela, Wanasaba, Sukamulia, Keruak, Pringgabaya, Terara, Sambelia).
Sumbawa Barat (Sekongkang, Taliwang, Jereweh), Sumbawa (Lape, Moyohulu, Batulanteh, Buer, Orong Telu, Labangka, Terano, Utan, Labuhan Badas, Empang). Dompu (Pekat, Dompu, Manggalewa, Kempo, Hu'u, Pajo). Bima (Sape, Palibelo, Bolo, Woha, Wawo, Belo, Wera, Madapangga, Tambora, Langgudu, Soromandi, Donggo), dan Kota Bima (Raba, Asakota Kolo).
Halaman 2 dari 3











































