Kevin, Bocah 7 Tahun yang Sering Main ke Sarang Azahari

Kevin, Bocah 7 Tahun yang Sering Main ke Sarang Azahari

- detikNews
Jumat, 11 Nov 2005 10:11 WIB
Batu - Kevin Irawan terkejut saat mendengar tembakan dan ledakan pada Rabu (9/11/2005) yang berasal dari rumah kontrakan Azahari. Betapa tidak, bocah tujuh tahun ini memang sering main ke rumah itu. Tapi, sebagai anak yang masih kecil, Kevin tidak tahu kalau si penghuni rumah itu Azahari. Kevin adalah anak pasangan Sohlah dan Irin Wahyuni. Keluarga ini tinggal di Jl. Flamboyan Blok A 9, Perumahan Flamboyan Indah, Kota Batu, Jawa Timur. Rumah keluarga ini hanya terpaut 4 rumah dari rumah kontrakan Azahari. Kevin yang saat ini masih duduk di kelas 2 SD Ngaglik II, Batu saat ditemui wartawan, Jumat (11/11/2005) mengaku mengenal penghuni rumah kontrakan Azahari itu sejak sebulan lalu. Sejak mengenal pengontrak rumah itulah, dia sering main ke rumah tersebut. Tidak jarang juga Kevin diajak berwisata oleh penghuni rumah. Menurut Kevin, penghuni rumah yang kini hancur lebur ada tiga orang. Namun, Kevin mengaku hanya mengenal dua orang. Dua orang itu mengaku bernama Budi dan Yahya. Seorang lagi, Kevin tidak kenal. "Saya tidak kenal satunya, katanya sih dari Malang," aku Kevin. Kevin tidak mengenal nama Arman dan Azahari, dua penghuni rumah yang diberitakan tewas. "Yang tinggal di rumah itu Mas Budi dan Pak Yahya," kata dia polos. Namun, saat ditunjukkan foto potongan kepala Arman dan Azahari yang dipublikasikan Jawa Pos, Kevin mengaku mengenal dua orang itu. "Yang ini Mas Budi," kata Kevin menunjuk foto potongan kepala Arman. "Sedangkan ini foto Pak Yahya," aku Kevin menunjuk foto potongan kepala mayat Azahari. Kevin bercerita, beberapa jam sebelum penyergapan polisi, dirinya sempat diajak main oleh Budi ke Bukit Cemara Mas dengan diboncengkan sepeda motor. "Di sana diajak jalan-jalan, main bola, dan main bulu tangkis," aku bocah yang agak gendut ini. Setelah sekitar dua jam jalan-jalan, Kevin kembali ke rumah. Setelah turun dari sepeda motor Budi, Kevin langsung kembali ke rumah orang tuanya tanpa mampir terlebih dulu ke kontrakan Azahari. Nah, sekitar pukul 15.30 WIB, tidak lama dia sampai rumah, Kevin mendengar suara tembakan dan ledakan di rumah kontrakan itu. "Saya kaget mas, kok tiba-tiba di rumah Mas Budi ada suara tembakan dan ledakan," ujar dia. Kevin mengaku sering main ke dalam rumah kontrakan Azahari itu sejak sebulan lalu. "Di rumah itu ada sepeda motor, komputer dan banyak buku," ungkap Kevin yang saat ditemui mengenakan kaos dan bertopi. Menurut Kevin, Budi dan Yahya sangat baik. "Orangnya baik sama saya mas, wong saya sering diajak main bulu tangkis," ungkap dia. Kevin bercerita, kalau bicara, Budi selalu menggunakan bahasa Indonesia. Sementara Yahya, berkulit putih dan cenderung pendiam, dan sudah agak tua. "Saya seringnya main dengan Mas Budi. Kalau dengan Pak Yahya, jarang. Orangnya pendiam," kata Kevin. Saat ditanya apakah dia takut dengan kejadian yang menewaskan dua orang yang dikenalnya itu, Kevin mengaku tidak. "Saya takutnya kalau ada tembakan dan ledakan," ungkap dia. (asy/)


Berita Terkait