PKS DKI soal Anggaran Jalur Sepeda Rp 73 M: Jangan Dilihat Angkanya

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 29 Okt 2019 08:51 WIB
Foto: dok. PKS DKI
Jakarta - Pemprov DKI mengusulkan dana sebesar Rp 73,771 untuk pembangunan jalan sepeda di sejumlah titik di DKI Jakarta ini menuai kritik dari beberapa komisi dan pimpinan fraksi DPRD DKI. PKS meminta semua pihak tidak melihat besaran angka puluhan miliarnya, tetapi lihat manfaat dan kebutuhannya.

"Bukan lihat 70 miliarnya, lihatnya itu sejauh mana yang akan dibuka, anggaran itu untuk apanya, itu harus ada kajian ke lapangan. Jadi bukan soal besaranya itu, tetapi adalah apakah pembelanjaan sesuai dengan kebutuhanya, jangan melihat angkanya, itu banding-bandingannya bisa sangat realistis, oh besar sekali bandingannya apa, kecil sekali bandingannya apa, tapi harus dibandingkan sesuai kebutuhanya," kata Wakil Ketua DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi saat dihubungi, Senin (28/10/2019) malam.

Terkait besaran anggaran yang diajukan Pemprov, Suhaimi yakin Pemprov sudah mempertimbangkan matang dengan mempertimbangkan segala sisi. Ia juga menyebut model anggaran yang diajukan Anies itu model anggaran yang mudah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sehingga tak perlu khawatir.

"Mudah di audit BPK, kalau model-model anggaran seperti itu," katanya.

Terakhir, Suhaimi mengapresiasi kinerja Pemprov DKI yang membuat jalur sepeda. Ia berharap dengan adanya jalur sepeda yang ramah lingkungan ini dapat bermanfaat bagi Jakarta dan mengurangi polusi udara.

Sebelumnya, Dishub DKI Jakarta menyampaikan usulan anggaran jalur sepeda saat rapat bersama DPRD DKI. Namun, DPRD DKI merasa rencana itu belum jelas dan mendadak naik tak sesuai rencana awal.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta belum sepakat soal anggaran pembangunan jalur sepeda. DPRD merasa rencana itu belum jelas dan mendadak naik dari rencana awal.

"Semula Rp 4,498 miliar, ada penambahan Rp 69,272 miliar total Rp 73,771 miliar. (Penambahan) sesuai dengan program DKI untuk mewujudkan pembangunan jalur sepeda di Jakarta. Tahun ini (rencana) 63 km dari target (2022) 500 km jalur sepeda," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat pemaparan di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (28/10).

Sejumlah anggota Komisi B dan C pun melontarkan kritik keras. Mereka mempertanyakan anggaran Pemprov yang tiba-tiba naik tinggi.

"Kasih kajian ke saya, di komisi dikaji. Ini jadi dipahami bersama. Kami tidak mau, kok ujug-ujug naik. Ini recommended atau nggak. Jangan diputus sekarang, harus dibahas di pendalaman," kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Manura Siahaan.




Tonton juga video Anies Imbau Pengguna Sepeda Pakai Google Maps:

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)