Round-Up

Komnas HAM Mengungkap 3 Hari Berdarah di Akhir Mei

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Okt 2019 07:50 WIB
Foto Konpers Komnas HAM: Farih Maulana Sidik/detikcom


Sebelumnya, Polri mengatakan 4 dari 9 korban peristiwa kerusuhan 22 Mei dipastikan tewas akibat tertembak peluru tajam. Kepastian tersebut didapat setelah tim forensik RS Polri melakukan autopsi terhadap keempat jasad korban.

"Ini sudah dilakukan autopsi dan hasilnya bahwa empat (korban) jelas merupakan korban meninggal dunia karena adanya peluru tajam," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

Asep menerangkan, dari empat korban yang diautopsi, tim forensik menemukan proyektil peluru di tubuh dua korban bernama Harun Al Rasyd dan Abdul Aziz. Sementara pada jasad dua korban lainnya tidak ditemukan proyektil.



Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, pernah memaparkan, korban Harun Rasyid, ditembak dari jarak sekitar 11 meter di dekat Flyover Slipi, Jakarta Barat. Ciri-ciri pelaku, kata polisi, juga sudah diketahui.

"Terhadap Harun Rasyid sudah dilakukan autopsi dan memang ditemukan proyektil peluru ukuran 9x17 mm, diduga ini adalah dari senjata non-organik Polri," kata Suyudi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019)

"Arah tembakan itu memang miring, jaraknya hanya 11 meter, kemudian arahnya juga lurus mendarat, karena posisinya ada trotoar agak tinggi, jadi diduga pelaku ini agak tinggi," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4