detikNews
2019/10/28 17:16:29 WIB

Begini Awal Mula Kasus Penyekapan Bos Perusahan di Jakbar

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Halaman 1 dari 2
Begini Awal Mula Kasus Penyekapan Bos Perusahan di Jakbar Kasat Reskrim Polres Jakbar, AKBP Edy Suranta Sitepu, dalam rilis kasus penyekapan bos perusahaan (Rolando/detikcom)
Jakarta - Engkos Kosasih disekap dan diintimidasi tujuh orang debt collector di sebuah hotel di Jakarta Barat (Jakbar). Penyekapan ini dilatarbelakangi adanya kontrak rehabilitasi hotel yang dimiliki Engkos.

Engkos adalah seorang bos perusahaan yang juga mengelola hotel di mana dia disekap debt collector. Perusahaan Engkos bekerja sama dengan sebuah perusahaan kontraktor yang diwakili oleh Ucu Suryana.

"Adapun kronologisnya ini diawali dari adanya kontrak antara PT Maxima selaku pengelola Hotel Grand Hakoya dengan PT Telekomunika yang menerima kontrak yaitu merehab hotel tersebut, baik merehab kamar, ruang karaoke, maupun parkiran senilai Rp 31 miliar lebih," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Slipi, Jakbar, Senin (28/10/2019).

Untuk memperlancar proses surat-menyurat, Ucu Suryana memberikan uang sebesar Rp 100 juta kepada Engkos. Namun seiring waktu, proses rehabilitasi hotel tidak berjalan, dan Ucu pun menagih uang tersebut ke Engkos.


"Kemudian setelah kontrak ditandatangani, kemudian mereka membuat perjanjian di luar kontrak tersebut. Yaitu adanya kewajiban dari PT Telekomunika memberikan sejumlah uang Rp 100 juta kepada PT Maxima yang diwakili oleh korban yakni saudara EK," ujar Edy.

"Seiring berjalan waktu uang nggak bisa dikembalikan, karena menurut keterangan korban uang yang diberikan oleh kontraktor itu digunakan oleh untuk pengurusan surat-surat dan sebagainya. Ternyata kita periksa ada yang digunakan untuk pembayaran listrik dan sebagainya," sambungnya.

Karena uang Rp 100 juga ditagih tidak juga dibayar, maka pihak Ucu minta perusahaan jasa penagihan utang. Ucu memberi kuasa kepada tersangka Arief Baomana yang mewakili perusahaan jasa penagihan utang.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com