detikNews
Senin 28 Oktober 2019, 15:10 WIB

Markus Nari Dituntut Bayar Uang Pengganti USD 900 Ribu

Faiq Hidayat - detikNews
Markus Nari Dituntut Bayar Uang Pengganti USD 900 Ribu Markus Nari menghadapi sidang tuntutan. (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Mantan anggota DPR Markus Nari dituntut membayar uang pengganti USD 900 ribu. Duit ini terkait dengan penerimaan Markus Nari dari proyek pengadaan e-KTP.

Apabila Markus Nari tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya disita dan dilelang. Apabila harta yang disita tidak mencukupi membayar uang pengganti, Markus dipidana penjara selama 3 tahun

"Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa Markus Nari untuk membayar uang pengganti sejumlah USD 900 ribu," kata jaksa KPK saat membacakan surat tuntutan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).


Markus Nari sebelumnya dituntut 9 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Markus Nari diyakini bersalah memperkaya diri sendiri USD 900 ribu dari proyek e-KTP.

Jaksa menyebut Markus Nari menerima uang USD 400 ribu dari mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Sugiharto. Markus juga menerima uang USD 500 ribu dari Andi Narogong melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Selain itu, Markus Nari diyakini bersalah merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Markus disebut sengaja mencegah atau merintangi pemeriksaan di sidang terhadap Miryam S Haryani yang saat itu berstatus saksi dan Sugiharto, yang kala itu berstatus sebagai terdakwa.

Atas perbuatan itu, Markus diyakini bersalah melanggar Pasal 3 dan Pasal 21 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.





Tonton juga video Novel Baswedan Bersaksi di Sidang Markus Nari:

[Gambas:Video 20detik]




(fai/dhn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com