Fatal, Jika SBY Tak Berani Rombak Mayoritas Kabinet

Fatal, Jika SBY Tak Berani Rombak Mayoritas Kabinet

- detikNews
Jumat, 11 Nov 2005 08:14 WIB
Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) Tjahjo Kumolo mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus berani merombak formasi kabinet Indonesia Bersatu sebab selama setahun ini kinerja pemerintah sangat memperihatinkan."Sangat fatal kalau SBY tidak berani merombak kabinetnya yang setahun ini tidak jelas kinerjanya," kata Tjahjo kepada detikcom, Jumat (11/11/2005). Menurutnya saat ini banyak menteri yang tidak memahami visi dan keinginan presien dalam menjalankan roda pemerintahan."Selama ini rakyat jusru terteror karena banyaknya beda pedapat antar sesama menteri, apalagi saat in ada kelompok yang mencoba memaksa presiden menjelang reshuffle kabinet," ujarnyaUntuk itu, kata dia, Presiden harus berani mempertimbangkan beberapa aspek dalam melakukan reshuffle. Nantinya bisa menghasilkan kabinet yang aspiratif, tidak ada loyalitas ganda dan ada aturan main yang jelas.Selain itu presiden harus berani tegas dan tidak pilih kasih dalam melakukan reshuffle. "Kedepannya jangan sampai kepentingan rakyat terganggu akibat kebijakan pemerintah yang tidak tepat," katanya.Tjahjo mengusulkan agar kabinet ke depan diisi oleh orang profesional. "Pengamat biarlah menjadi pengamat, dan politisi menjadi politisi di partai atau di DPR," ujarnya.Jadi, imbuh Tjahjo, kontrol terhadap pemerintah bisa lebih jelas. Dia berpendapat agar presiden berani melakukan perombakan secara total terhadap kabinet."Kalau hanya satu dua yang diganti sama saja menjerumuskan Presiden, karena rakyat sudah menderita akibat kebijakan pemerintah setahun ini," ujarnya.Ketika disinggung apakah PDIP akan bergabung dalam kabinet hasil reshuffle, Tjahjo tidak menjawab secara tegas. "Gabung atau tidak, bukan masalah utama, yang penting keputusan politik yang diambil orientasinya jelas untuk rakyat kecil," tegasnya. (ddn/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads