Gubernur Edy soal Pangkas Eselon: Jangan Kosong-Kosong Tugas Terbengkalai

Khairul Ikhwan Damanik - detikNews
Senin, 28 Okt 2019 12:31 WIB
DOK/Foto: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (Khairul Ikhwan/detikcom)
Medan - Presiden Joko Widodo meminta perampingan level eselon ASN. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menilai perampingan eselon diperlukan namun membutuhkan kajian agar tidak ada posisi yang senggang/kosong pasca perampingan.

"Saya tidak tahu sampai ke mana (perampingan). Kan ini harus ditata. Perampingan, efektivitas untuk pekerjaan, itu perlu. Sangat perlu. Tapi itu perlu dikaji, perlu dipelajari," kata Edy pada wartawan usai pelantikan pimpinan DPRD Sumut di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (28/10/2019).

Masalah eselon ini disebut Edy harus dipelajari. Sehingga tidak ada jabatan yang kosong.





"Sehingga nanti tidak ada senggang. Ada yang kosong-kosong, yang tidak terlaksana tugas itu. Sehingga job description masing-masing berjalan," kata Edy.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan pada periode kedua pemerintahannya, akan menekankan pada penyederhanaan birokrasi. Pejabat eselon yang semula empat, cukup dua level saja.

"Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi dua level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," ujar Jokowi, Minggu (20/10).




Tonton juga video Pasca Digeledah KPK, Mentan Amran Copot Pejabat Eselon II-IV:

[Gambas:Video 20detik]



(rul/fdn)