Kisah Dana Desa Sukses Ubah Tempat Pembuangan Sampah Jadi Ekowisata

Mustiana Lestari - detikNews
Senin, 28 Okt 2019 11:23 WIB
Foto: Mustiana Lestari
Maluku Tenggara -

Ekowisata Rumadian adalah salah satu tempat pariwisata paling terkenal di Kabupaten Maluku Tenggara. Dengan harga karcis hanya Rp 5.000 saja, pengunjung sudah disuguhkan berbagai atraksi.

Di pintu masuk saja sudah disambut dengan warna warni mural yang cocok jadi tempat selfie. Di bagian depan spot selfie tersebut terhampar teluk yang bersih dan menenangkan. Eits... itu belum selesai, di seberang sana juga terdapat rimbunnya pohon mangrove yang memanggil untuk dijelajahi.

Kisah Dana Desa Sukses Ubah Tempat Pembuangan Sampah Jadi EkowisataMural di Desa Rumadian/Foto: Mustiana Lestari

Tapi sebaiknya jangan buru-buru, masih di wilayah yang sama, naik sedikit ke atas ada semacam tempat ibadah umat Katolik dan situs sejarah sang pahlawan revolusi Karel Sadsuitubun. Masih belum puas? Rasakan sensasi berenang di tepi teluk dengan kolam renang super besar. Kalau sudah lapar bisa pesan pisang berbalut tepung embal lengkap dengan cocolan sambal tomat sembari bersantai di saung-saung yang sudah disediakan.

"Nikmat mana lagi yang kau dustakan!" mungkin itu yang terucap saat menikmati ragam atraksi wisata di Desa Rumadian. Tapi tahukah kamu, sekitar 5 tahun lalu tempat ini merupakan tempat pembuangan sampah dan tempat masyarakat buang hajat. Lalu bagaimana bisa desa ini bertransformasi menjadi ekowisata sehingga mensejahterakan penduduk desa. Ronald Tethool ada tokoh di balik perubahan Desa Rumadian.

"Waktu saya masuk ke Rumadian itu desa itu masuk sebagai kategori desa tertinggal. Lalu saya pelajari tentang peraturan pembangunan desa dan pedoman pengelolaan desa. Oleh karena itu saya turun maka saya prioritaskan dana desa untuk pelayanan dasar pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar," jelas dia yang dulu merupakan pejabat desa definitif kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Semua perbaikan kebutuhan dasar penduduk dibenahi pada 2016-2017, setelah semua semakin memadai PR selanjutnya adalah melihat potensi Rumadian untuk mempunyai produk unggulan.

"Maka kami mendukung ekonomi masyarakat yang 70 persen adalah petani ladang maka kita punya produk unggulan beras merah," sambungnya.

Setelah sukses memberdayakan masyarakat dengan produk unggulan beras merah. Ronald dan pejabat desa yang lain berembuk untuk membangun wisata.

"Awalnya masyarakat merasa tidak mungkin jadi tapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan kalau bekerja dengan hati dan komitmen pasti jadi," teguhnya.

Komitmen dan kerja kerasnya selama sekitar 3 tahun membuahkan hasil hingga Desa Rumadian jadi rujukan untuk desa lain dan dinobatkan sebagai desa dengan pengelolaan dana desa terbaik se-Indonesia.

Kini bahkan Desa Rumadian sudah mempunyai BumO atau BumDes yang mengurusi simpan pinjam sampai pariwisata. Dengan dana desa Rp 1,97 miliar mereka juga sudah mendapat penghasilan desa lumayan.

"Income desa sebelum ada kolam renang itu seminggu itu sejuta namun dengan wisata kolam renang sudah 2 jutaan per minggu. Per hari pengunjung sudah banyak 20-30 orang. Sabtu Minggu lebih daripada itu. Kini sudah membaik kesejahteran membawa angka kemiskinan turun , sebelumnya 40 persen sekarang sudah di 10 persen dengan 102 kk," ucap Kepala Desa Rumadian Hans Watratan.



Kisah Dana Desa Sukses Ubah Tempat Pembuangan Sampah Jadi EkowisataRonald Tethool/Foto: Mustiana Lestari

Sementara itu Bupati Maluku Tenggara Muhamad Taher Hanubun mengapresiasi upaya Desa Rumadian dan menjadi desa tersebut sebagai contoh untuk pembangunan wisata ohoi atau desa lain. Dia pun senang dana desa yang digulirkan pemerintah pusat mampu membuat desa di kabupaten ini semakin sejahtera.

"Sebelumnya tidak terlihat pembangunan makanya saya terima kasih kepada pemerintah pusat berkat dana desa adanya pembangunan di kampung. Sebelahnya Rumadian itu ada Dian Darat mereka juga pohon bakau ada lagi di Pasir Panjang dan Dertawun. Pemerintah daerah itu tanpa dana desa tidak bisa karena kita punya anggaran kurang dari Rp 1 T," tegasnya.

Bagi yang hendak berkunjung ke Rumadian perjalanan bisa ditempuh dari Ambon menuju Langgur dengan pesawat maupun kapal laut. Setelah sampai Langgur bisa menyewa mobil untuk menuju Kecamatan Manyeuw, tempat Desa Rumadian berada.

Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT klik di sini.



Wih! di Banyuwangi Saluran Irigasi Penuh Sampah Disulap Jadi Kolam Ikan:

[Gambas:Video 20detik]

(mul/ega)