Dilema Buka Tutup atau Sistem 2-1, Puncak Tetap Penuh Sesak

Round-Up

Dilema Buka Tutup atau Sistem 2-1, Puncak Tetap Penuh Sesak

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Okt 2019 08:09 WIB
Foto: Jalur Puncak macet saat uji coba sistem 2-1 (Sachril/detikcom)
Foto: Jalur Puncak macet saat uji coba sistem 2-1 (Sachril/detikcom)
Bogor - Tak ada habisnya menyoroti kemacetan di jalur Puncak. Rekayasa lalu lintas yang baru pun tetap tidak bisa membuat Puncak bebas dari penuh sesak.

Per 27 Oktober 2019, sistem 2-1 diuji coba di jalur Puncak. Namun kenyataannya macet malah semakin parah. Apa yang salah?

Sebelum membahas perihal itu, ada baiknya mengetahui lebih detail soal apa itu sistem 2-1. Sistem itu menggantikan sistem satu jalur atau one way atau buka tutup yang menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) Budi Setiyadi sudah diterapkan sejak 1985 hingga saat ini.




Persoalannya adalah saat sistem buka tutup diberlakukan maka otomatis membuat para pengendara termasuk warga sekitar memperhatikan waktu penerapannya. Sebagai contoh, saat jalur yang dibuka ke arah Puncak maka masyarakat tidak bisa menggunakan jalur itu untuk turun ke arah Jakarta, begitu pun sebaliknya.

Kini kebijakan itu bakal tergantikan setelah sekian puluh tahun dengan sistem 2-1. Apa itu?

Pada sistem 2-1 kendaraan dapat bergerak dari dua arah dalam waktu bersamaan. Pada skema sistem 2-1 ini, setiap akhir pekan jalur Puncak akan dioptimalkan menjadi 3 lajur. Pemisahan lajur dilakukan dengan menempatkan traffic cone sepanjang jalur Puncak mulai dari Simpang Gadog hingga Taman Safari Indonesia.

Dilema Buka Tutup atau Sistem 2-1, Puncak Tetap Penuh SesakFoto: Jalur Puncak macet saat uji coba sistem 2-1 (Sachril/detikcom)


Dari 3 lajur yang ada, nantinya mulai pukul 03.00 - 13.00 WIB, lajur 1 dan 2 akan diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak atau naik, sedangkan lajur 3 untuk kendaraan menuju arah Gadog (turun). Pada pukul 12.30 - 14.00 WIB lajur 1 tetap diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak, namun lajur 2 untuk sementara ditutup dari arah Simpang Gadog (naik) untuk memastikan lajur 2 bersih dari kendaraan yang menuju ke Puncak, sedangkan lajur 3 tetap untuk kendaraan menuju Simpang Gadog (turun).

Selanjutnya setelah lajur 2 steril dari seluruh kendaraan, maka pada pukul 14.00 - 20.00 WIB arus lalu lintas berubah menjadi lajur 1 untuk kendaraan mengarah ke Puncak (naik), sedangkan lajur 2 dan 3 untuk kendaraan mengarah ke Simpang Gadog (turun). Selanjutnya, mulai pukul 20.00 - 03.00 WIB pengaturan lalu lintas kembali normal menjadi dua lajur untuk dua arah.

Lantas apa masalahnya?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3