detikNews
Minggu 27 Oktober 2019, 17:29 WIB

BPTJ Beberkan Beragam Masalah Saat Uji Coba 2-1 di Puncak

Sachril Agustin Berutu - detikNews
BPTJ Beberkan Beragam Masalah Saat Uji Coba 2-1 di Puncak Jalur Puncak macet saat uji coba sistem 2-1. (Sachril/detikcom)
Bogor - Beragam masalah ditemukan saat penerapan uji coba sistem 2-1 di jalur Puncak, Kabupaten Bogor. Kemacetan pun masih menghantui.

Sekretaris Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Hindro Surahmat mengatakan Pasar Cisarua menjadi titik paling krusial. Sebab lokasi tersebut menjadi penyebab kemacetan panjang.

"Kita mutar dari Taman Safari Indonesia (TSI) sudah macet. Jarak TSI ke Pasar Cisarua sekitar 2 kilometer, ditempuh 1 jam lebih. Sekitar 2 jam sampai sini (TMC Gadog)," kata Hindro di TMC Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (27/10/2019).

PKL di sekitar Pasar Cisarua, disebut Hindro, sampai memakan bahu jalan. Selain itu, parkir liar membuat kondisi semakin semrawut.




"Kapasitas jalan tidak maksimal. Terus ada penyempitan, yang dari dua menjadi satu lajur. Itu sangat mengganggu. Apalagi dari dua ke satu, posisinya di Pasar Cisarua. Itu makin crowded, titik krusial (kemacetan)," tuturnya.

Dalam sistem baru itu, ruas jalan dibagi tiga, yaitu dua lajur ke arah Puncak dan satu arah sebaliknya. Kondisi ini diterapkan pada pagi hari. Sedangkan pada siang hari menjelang sore, sistem itu diberlakukan sebaliknya. Masalah terjadi saat peralihan jalur.

"Pada saat mau dibuka dua lajur untuk kendaraan dari atas (Puncak Pas), posisi kendaraan dari Exit Tol Ciawi di lajur dua, ekornya masih sampai ke Gadog mungkin ya. Itu kan membukanya menjadi persoalan lagi. Membuka menjadi dua ke atas, itu tidak sederhana. Makanya perlu dikaji ulang," kata Hindro.

Atas persoalan itu, rapat evaluasi akan dilakukan. Dia mengatakan uji coba sistem 2-1 masih akan dilakukan pada 3 November 2019.
(dhn/dhn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com