Puncak Tetap Macet Saat Sistem 2-1, Kemenhub Bicara soal Pola Baru

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 27 Okt 2019 16:11 WIB
Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom
Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom
Bogor - Sistem 2-1 di jalur Puncak tetap menciptakan kemacetan. Namun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut perlunya pola baru untuk menggantikan sistem satu arah (one way), yang selama puluhan tahun diterapkan di jalur tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) Budi Setiyadi mengatakan sistem one way diberlakukan sejak 1985. Sistem ini pun, diklaim Budi, dipersoalkan masyarakat.

"Masa 2019 tidak punya pola lain. Gitu kan. Jangka pendek harus ada pola lain (selain one way)," kata Budi di simpang Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu (27/10/2019).

Sistem 2-1, disebut Budi, diterapkan agar masyarakat bisa memakai akses jalan selama 24 jam penuh. Kini, setelah diuji coba, masyarakat diminta memberikan testimoni.
"Persoalannya adalah, begitu dilakukan uji coba seperti ini (sistem 2-1), dari tingkat kecepatan kendaraan seperti apa, kemudian kebutuhan masyarakat terakomodasi atau nggak. Kalau one way kan ada komplain. Karena memang untuk berapa jam nggak bisa bergerak, terutama dari arah berlawanan," tutur Budi.

Selain itu, banyaknya personel dari banyak institusi, disebutnya, menambah padat arus lalu lintas. Untuk itu, dia meminta, dalam uji coba selanjutnya, marka dan rambu jalan lebih diutamakan.

"Mungkin kalau uji coba berhasil, kan ada pengurangan petugas. Nanti akan ada penambahan rambu dan marka, termasuk mungkin penataan di jalannya. Regulasinya mungkin nanti akan disiapkan. Ini kan jalan nasional," pungkas Budi. (dhn/dhn)