RI Butuh US$ 138,20 Juta Atasi Flu Burung

RI Butuh US$ 138,20 Juta Atasi Flu Burung

- detikNews
Jumat, 11 Nov 2005 07:14 WIB
Jakarta - Indonesia membutuhkan dana sebesar US$ 138,20 juta untuk mengatasi berjangkitnya wabah flu burung. Dana itu dapat membengkak menjadi US$ 499,13 juta jika terjadi pandemi global.Kebutuhan dana tersebut disampaikan oleh Menneg PPN/ Kepala Bappenas, Sri Mulyani Indrawati, dalam Meeting on Avian Influenza and Human Pandemic Influenza yang diselenggarakan oleh World Health Organization (WHO), Food Agricultural Organization (FAO), World Bank serta World Organization for Animal Health (OIE) di Jenewa 7-9 November 2005."Lebih lanjut Kepala Bappenas juga menyampaikan bahwa mengingat besarnya dampak dan biaya yang dibutuhkan, maka dibutuhkan bantuan dan kerjasama internasional untuk mengatasi wabah ini," ujar Agung Cahaya Sumirat, Sekretaris Ketiga Perutusan Tetap RI di Jenewa dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (11/11/2005).Namun demikian, di lain pihak Indonesia juga menyampaikan langkah-langkah yang telah ditempuh untuk mencegah meluasnya wabah flu burung ini, diantaranya dengan melakukan surveilance and mapping, vaksinasi terhadap 190 juta ekor unggas, dan pemusnahan (mass-culling) terhadap unggas yang telah terjangkit wabah ini. Pada pertemuan tersebut, Delegasi Republik Indonesia (Delri) juga diikuti oleh Mentan Anton Apriyantono, dan Menkes Siti Sapadilah Supari yang didukung oleh Perwakilan Indonesia untuk PBB di Jenewa.Pertemuan itu sendiri ditujukan untuk membahas dan menjajaki penguatan kerjasama internasional baik untuk mengatasi perkembangan virus flu burung pada binatang maupun persiapan menghadapi pandemi global pada manusia. Sejalan dengan harapan Indonesia tersebut, Dirjen WHO telah menggarisbawahi perlunya diwujudkan kerjasama internasional mengingat meluasnya penyakit flu burung.Akhir-akhir ini dikhawatirkan telah menyebabkan munculnya pandemi flu burung pada manusia yang dapat melanda dunia. Pertemuan dihadiri oleh sekitar 600 delegasi yang meliputi para ahli di bidang kesehatan hewan, kesehatan manusia, lingkungan dan ekonomi dari lebih 100 negara. Pada akhir pertemuan, seluruh peserta menyepakati pentingnya komitmen politik, saling tukar informasi, perumusan kebijakan yang antisipatif terhadap kemungkinan pandemi, akses kepada medikasi, kerjasama internasional dan regional serta lintas sektoral. Pada beberapa kesempatan Delri juga telah mengadakan pertemuan dengan delegasi dari sejumlah negara dan organisasi internasional dan menekankan perlunya koordinasi yang erat di antara para donor.Selain itu perlu ada komitmen yang berlanjut mengingat ancaman penyakit ini memerlukan penanganan yang berbeda dengan penanganan bencana alam biasa. (ddn/)


Berita Terkait