Alasan Pemprov DKI Hapus Anggaran Rp 5 M untuk Influencer: Kondisi Keuangan

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 27 Okt 2019 11:28 WIB
Foto ilustrasi influencer (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Semula, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menganggarkan Rp 5 miliar untuk lima influencer guna mempromosikan pariwisata Ibu Kota. Namun rencana itu dibatalkan. Ketersediaan duit jadi sebab.

"Ini berhubungan dengan kondisi keuangan daerah," kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Asiantoro, kepada wartawan, Minggu (27/10/2019).



Di Rancangan Plafon Anggaran Seentara (PPAS), tepatnya pada dokumen Lampiran III Komisi B, terlihat ada program kegiatan 'Penyelenggaraan aktivitas promosi pariwisata dan budaya melalui media sosial'. Sasarannya adalah 'Jumlah influencer aktivitas promosi pariwisata dan budaya melalui media sosial'. Targetnya, ada lima influencer yang diikutsertakan. Anggaran untuk lima influencer yang mempromosikan pariwisata Ibu Kota ini sebesar Rp 5.008.691.930,00.

Bagaimana bisa muncul rencana anggaran sebesar itu untuk 5 influencer? "Kita merasa perlu mengundang para influencer yang punya follower banyak," jawab Asiantoro.



Namun anggaran itu dihapus karena kondisi keuangan DKI perlu lebih efisien. Langkah efisiensi ini dikatakannya tak terbatas pada Dinas Pariwisata saaja, melainkan juga pada dinas-dinas lain.

"Karena, seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) mengalami pengurangan-pengurangan kegiatan yang dihapus," kata dia.

"Yang jelas gagal, sudah tidak ada lagi. Ini (anggaran untuk influencer) sudah dihapus awal-awal Oktober," tandasnya.

Alasan Pemprov DKI Hapus Anggaran Rp 5 M untuk Influencer: Kondisi KeuanganAnggaran influencer di PPAS DKI 2020. (Dok Istimewa)
(dnu/imk)