Pengamat Yakin Jokowi Bakal Bagi-bagi Kursi Non-kabinet untuk Koalisi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Minggu, 27 Okt 2019 09:27 WIB
Foto: Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju (Antara Foto)
Foto: Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju (Antara Foto)
Jakarta - Jabatan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju yang mencapai 12 kursi jadi sorotan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai masih bakal bagi-bagi kursi non-kabinet kepada rekan koalisinya yang belum terakomodir.

Hal tersebut disampaikan pengamat politik Rico Marbun. Rico awalnya menyebut wajar jika Jokowi memberikan kursi menteri atau wakil menteri kepada perwakilan partai yang dulu berkeringat memenangkannya.

"Menteri atau wamen memang merupakan jabatan politik. Jabatan politik yang diberikan tentu yang pertama untuk mengokohkan posisi Presiden. Tapi yang aneh sekarang ini sebenarnya kritik bagi-bagi jabatan justru kencang sekali berasal dari rekan koalisi pendukung pada pilpres lalu," kata Rico Marbun kepada wartawan, Sabtu (26/10/2019) malam.



Rico menilai ada ketidakpuasan dari beberapa pendukung Jokowi terkait susunan kabinet. Kabinet Indonesia Maju menampung Partai Gerindra, rival utama Jokowi di Pilpres 2019, dengan menempatkan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan dan Edhy Prabowo di kursi Menteri KKP.

Menurut Rico, Jokowi memang punya rekam jejak merangkul lawan politik di kabinet. Itu tergambar ketika Jokowi memutuskan menempatkan kader Golkar dan PAN di Kabinet Kerja setelah Pilpres 2014.

"Tradisi meng-absorb lawan sebenarnya sudah pernah dilakukan Jokowi pada kabinet kerja kesatu, tepat 2 tahun pasca 2014 Jokowi sudah mengajak Golkar dan PAN masuk. Jadi kalau Jokowi mengajak masuk lawannya kembali pada periode ke-2, ini bukan sesuatu yang baru," sebut Rico.



Namun, Rico juga menilai wajar jika ada partai koalisi Jokowi yang protes terkait keberadaan Gerindra di Kabinet Indonesia Maju. Namun, Rico menyarankan partai koalisi Jokowi yang melayangkan keberatan ini untuk bersabar karena dia yakin Presiden akan memberikan jabatan nonkabinet.

"Hanya saja karena Jokowi ingin hasil kilat, maka proses menyerap lawan pun pada periode kedua dilakukan dengan kilat. Kedua kubu koalisi yang kurang puas karena merasa tidak diserap di kabinet saat ini baiknya harus mengerti bahwa mungkin size politik mereka juga tidak terlalu besar dan juga sebenarnya mereka harus sabar karena kan masih banyak posisi non-kabinet yang masih bisa dibagi," sebut Rico.

"Jujur saja, kan di periode pertama banyak timses Jokowi yang menjadi komisaris di BUMN dll. Baiknya sabar tunggu giliran," imbuh dia.

Seperti diketahui, Hanura-PBB-PKPI belum mendapat jatah di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.


Simak Video "Permintaan Maaf Jokowi Bagi Mereka yang Tak Dapat Kursi Menteri"

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/dwia)