'Kurir Noordin' Diyakini Tetangganya Sakit Jiwa

'Kurir Noordin' Diyakini Tetangganya Sakit Jiwa

- detikNews
Kamis, 10 Nov 2005 19:14 WIB
Solo - Di Semarang, kepolisian menangkap dua orang yang diduga sebagai anggota jaringan terorisme. Salah satunya adalah Muji alias Tomy alias Mursito. Namun para tetangganya di Boyolali tercengang atas penangkapan itu. Pasalnya Mursito terlanjur dinilai sebagai orang gila sejak beberapa tahun terakhir.Warga Kampung Sirodadi RT 02/RW XIV, Siswodipuran, Boyolali Kota, memang pantas terbengong-bengong. Sebab, di tayangan televisi, mereka melihat dengan jelas wajah Muji atau juga akrab dipanggil Mursito sedang digamit polisi sebagai tangkapan. Kasus yang dituduhkan bukan main-main, anggota jaringan Azahari-Noordin M Top, buron teroris kelas kakap.Sewaktu tinggal di kampung itu, Mursito dinilai sering membuat jengkel warga lainnya. Setidaknya dalam empat tahun terakhir, dia diyakini warga telah mengalami gangguan jiwa. Dia sering mencuri buah-buahan milik tetangga. Tidak jarang dia mencuri buah durian muda, selanjutnya dirangkai pada seutas tali untuk dijadikan kalung dan dipamer-pamerkannya.Banyak lagi ulah yang dilakukan Mursito. Di antaranya, menurut penuturan warga setempat, dia pernah mengancam akan membakar rumahnya karena marah tidak dibelikan motor oleh bapaknya. Dia sering mengambil dan menyembelih bebek milik tetangga yang sedang di sungai. Dia bersikeras tidak melakukan pencurian dengan alasan bebek itu berada di tempat umum.Rumah di Boyolali itu adalah milik almarhum Turmudi, ayahnya. Mursito adalah anak tunggal buah perkawinan Turmudi dengan Sumirah. Dari istri pertama Turmudisebelumnya Mursito juga memiliki saudara. Demikian juga dari istri terakhir Turmudi, Surati, Mursito memiliki lima orang adik."Si Tomy atau Mursito itu dulu memang sering datang kemari tapi tidak pernah lama. Paling hanya beberapa hari untuk mengunjungi bapaknya. Setelah bapaknyameninggal dua tahun lalu dia jarang datang. Tapi kami tidak pernah punya kecurigaan apa-apa karena memang dia agak kurang waras," ujar ibu tirinya, Surati, kepada wartawan di Boyolali, Kamis (10/11/2005).Mursito sering pindah tempat tinggal. Kadang-kadang menetap di rumah ayahnya, kadang-kadang di rumah ibu kandungnya di Gunungpati, Semarang. "Dia sering sulitdiketahui sedang berada di mana. Sulit mencari dia. Selain itu juga tidak memiliki pekerjaan tetap," lanjut Surati.Saudara-saudara tirinya juga mengatakan lelaki 27 tahun itu sudah lama tidak datang ke Boyolali. Saudaranya itu juga mengakui kemungkinan Mursito terkena gangguang jiwa. "Kalau diajak bicara, sering tidak nyambung. Bahkan kadang-kadang menebangi pohon tanpa alasan jelas," ujar salah seorang saudaranya.Kakaknya Dijemput PolisiNamun demikian rupanya polisi tetap tidak menganggap remeh hasil tangkapannya itu. Kamis siang tadi, Suyanto, kakak Mursito lain ibu, dijemput polisi untukdibawa ke Mapolda Jateng. Belum ada keterangan mengenai untuk tujuan apa Suyanto dibawa ke Mapolda, namun besar kemungkinan untuk dimintai keterangan."Mas Yanto dijemput polisi siang tadi sekitar jam 12.00 WIB. Dia dibawa begitu saja. Cepat sekali kejadiannya, sehingga dia tidak sempat pamit dengan istrinya. Mungkin dia dibawa untuk dimintai keterangan mengenai kasus Mas Tomy itu," ujar Mamik, salah seorang saudara Suyanto dan juga Mursito. (asy/)


Berita Terkait