detikNews
2019/10/26 14:15:42 WIB

Andi Arief Singung 'Dendam' Mega, PDIP: Spekulasi Sensasional

Elza Astari Retaduari - detikNews
Halaman 1 dari 2
Andi Arief Singung Dendam Mega, PDIP: Spekulasi Sensasional SBY saat bertemu Megawati. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief menyinggung dendam Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menjadi sebab gagalnya PD masuk kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin. PDIP dengan tegas membantahnya.

"Itu adalah sekadar spekulasi yang sensasional. Ukuran rasionalnya apa? Tidak duduk dalam Kabinet Indonesia Maju?" ungkap anggota Fraksi PDIP Aria Bima saat dimintai tanggapan, Sabtu (26/10/2019).

Andi Arief menyinggung dendam Megawati ke Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menurun ke sang putra sulung, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Demokrat memang disebut-sebut mengajukan nama AHY untuk bisa menjadi salah satu menteri Jokowi. Namun pada akhirnya, tak ada perwakilan Demokrat di Kabinet Indonesia Maju.


Bima membantah tak masuknya Demokrat ke kabinet lantaran campur tangan Megawati. Ia mengingatkan hangatnya sambutan Megawati ke AHY saat datang bersilaturahmi. Selain itu, saat Megawati ikut melayat istri SBY, Ani Yudhoyono.

"Jadi tidak ada, kemarin AHY datang disambut dengan baik. Kemudian (Megawati) datang juga tausiah saat di TMP. Waktu 1998, zaman Pak Harto dihujat, Bu Mega minta mahasiswa jangan menghujat, malah dibela kok. Tidak ada watak Bu Mega dendam, beliau negarawan," sebut Bima.

Eks anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini juga membantah Megawati memiliki dendam ke AHY. Bahkan, menurut Bima, Megawati menganggap AHY sebagai salah satu tokoh muda masa depan bangsa.

Andi Arief Singung 'Dendam' Mega, PDIP: Spekulasi SensasionalAria Bima (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

"Saya tidak melihat soal Agus ini karena dendam karena Bu Mega melihat sosok Agus ini sebagai harapan pemimpin masa depan," ucapnya.

Bimo pun menganggap tudingan Andi Arief hanya sebatas imajinasi. Soal permasalahan Megawati dan SBY saat Pilpres 2004 dulu disebutnya sudah lama selesai.

"Itu imajinasi yang ilutif, tidak bisalah mengaitkan itu, hubungan Bu Mega dan Pak SBY, itu sudah selesai," tegas Bima.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com