Round-Up

Politik Prabowo: Hangat dengan Mega, Akrab dengan Paloh

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Okt 2019 09:10 WIB
Prabowo dan Surya Paloh di pelantikan wamen. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjalankan politik yang khas. Ketua Umum Partai Gerindra ini semakin luwes bergaul dengan para politikus yang sudah 'berkeringat' mendukung Joko Widodo (Jokowi) sejak awal Pilpres 2019.

Momentum penting gaya politik Prabowo yang membelalakkan mata publik terjadi pada 24 Juli 2019. Saat itu, Prabowo menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.



Megawati menyuguhkan nasi goreng untuk Prabowo. Pertemuan di rumah Megawati ini digelar setelah dua pekan pertemuan Prabowo dengan Jokowi di Stasiun MRT Senayan.

Dalam pertemuan dengan Megawati saat itu, Prabowo menyebut perbedaan pandangan dalam politik merupakan hal biasa. Ujungnya, dia hanya ingin merajut hubungan yang baik demi mengatasi masalah bangsa.



"Di ujungnya kita selalu ingin melanjutkan dan menyambung tali persaudaraan, tali kekeluargaan, dan hubungan yang rukun, hubungan yang baik, sehingga kita bisa membantu mengatasi masalah masalah kebangsaan," kata Prabowo.

Politik Prabowo: Hangat dengan Mega, Akrab dengan PalohPara elite politik berswafoto. (Grandyos Zafna/detikcom)


Megawati menyatakan saat itu Indonesia tak mengenal 'koalisi' dan 'oposisi'. Dialog seperti yang dilakukannya dengan Prabowo sangat diperlukan.

Momentum itu dinilai sebagai jalan masuk Prabowo ke koalisi Jokowi. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin mengatakan demikian. Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sudjito, mengatakan saat itu ntmpak kecenderungan Gerindra bakal masuk ke koalisi Jokowi, sesuatu yang terealisasi pada Oktober ini.



Gaya politik 'mesra' Prabowo terus dilanjutkannya. Dia bergerilya ke ketua umum partai-partai pendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

Pada 8 Agustus 2019, Prabowo hadir di acara Kongres PDIP di Bali. Saat akan meninggalkan lokasi, Prabowo berpamitan kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan berfoto bersama.



Waktu terus berjalan, Prabowo akhirnya dilantik menjadi Menteri Pertahanan pada Rabu (23/10) lalu. Dia menjadi salah satu menteri di Kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi. Pada Jumat (25/10), dia mendapat bantuan seorang Wakil Menteri bernama Sakti Wahyu Trenggono.

Politik Prabowo: Hangat dengan Mega, Akrab dengan PalohPrabowo dan Surya Paloh (Rengga Sancaya/detikcom)


Di momen pelantikan 12 wakil menteri, di Istana Negara, Jalan Veteran, Prabowo dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berdiri bersebelahan.

Saat Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin, Wakil Ketua MPR Arsul Sani, dan Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid tiba, mereka berbincang dengan Prabowo dan Paloh. Prabowo juga sempat memegang lengan Paloh. Prabowo dan Paloh tampak berbincang akrab. Ngobrol apa mereka?

"Kamu mau tahu saja," kata Prabowo singkat.



Sedangkan dalam kesempatan terpisah, Paloh menyebut keakraban dengan Prabowo semakin terjalin sejak Gerindra masuk pemerintahan. Paloh, yang pernah sama-sama di Golkar dengan Prabowo, mengaku banyak membahas sejumlah hal dengan eks Danjen Kopassus tersebut.

"Banyak, Pak Prabowo kan teman lama, berteman sudah sekian puluh tahun. Dengan masuknya Gerindra ke koalisi pemerintahan ini, suasana kebatinan, keakraban, jauh lebih dekat. Maka komunikasi itu bisa lebih cair, kita bisa bicara apa saja," ujar Paloh.

Ternyata politik mesra Prabowo di hari Jumat tak sampai di situ saja. Prabowo sempat berswafoto alias selfie bareng Megawati dan putri Megawati, Puan Maharani. Ketua DPR itu mengunggah swafoto bersama Prabowo sambil mengucapkan selamat bekerja.

Puan dan Megawati tampak tersenyum, sedangkan Prabowo menyempil di antara keduanya. "Selamat bekerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2019-2024," tulis Puan di akun Instagram-nya.

Politik Prabowo: Hangat dengan Mega, Akrab dengan PalohDok. Instagram Puan Maharani
(dnu/knv)