Ketua MPR Puji Kerelaan Prabowo Masuk Kabinet Jokowi

Ketua MPR Puji Kerelaan Prabowo Masuk Kabinet Jokowi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Sabtu, 26 Okt 2019 08:39 WIB
Bamsoet bersama Jokowi (Foto: Dok. Istimewa)
Bamsoet bersama Jokowi (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah merampungkan susunan Kabinet Indonesia Maju, lengkap dengan wakil menteri. Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta para elite menjaga persatuan bangsa dengan tidak mengeluarkan pernyataan negatif dan tidak produktif.

"Saya mendorong para elite untuk menahan diri dengan tidak mengeluarkan statement yang tidak produktif. Agar suasana kebersamaan kita sebagai bangsa tetap terjaga," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/10/2019).


Menurut Bamsoet, yang terpenting saat ini adalah fokus mengawal 100 hari kerja para menteri di kabinet. Selain itu, kata Bamsoet, penting juga menyiapkan payung hukum yang memudahkan kegiatan usaha hingga sosial.

"Agenda penting dan mendesak saat ini adalah fokus 100 hari kerja dari para menteri harus menjadi perhatian semua. 100 hari ke depan adalah kerja nyata bukan lagi retorika," ujar Bamsoet.

"Situasi politik relatif sudah lebih stabil dengan berakhirnya masa pemilu, pelantikan presiden, dan pengumuman kabinet. Agenda saat ini yang penting adalah menyiapkan berbagai perangkat payung hukum untuk memudahkan kegiatan usaha, pendidikan, dan ikatan sosial," imbuhnya.


Bamsoet mengatakan ada pesan tersirat dalam pengumuman Kabinet Indonesia Maju, yaitu menjaga persatuan dan kesatuan. Politikus Golkar itu mencontohkan bergabungnya Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan yang meski banyak yang tidak puas, tetapi harus disambut baik.

"Dengan mengajak rivalnya ke kabinet, tentu saja pilihan yang bijak. Demi kemajuan bangsa. Dan kerelaan Prabowo juga harus dihargai. Harus menjadi tradisi politik di tanah air. Meski berbeda, namun untuk kepentingan bangsa kita harus rela menyampingkannya. Dari dua tokoh bangsa itu kita perlu belajar," tuturnya.

Bamsoet bersyukur ikatan persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Ia meminta para elite mengeluarkan pernyataan yang bertolak belakang dengan sikap Jokowi dan memberikan kesempatan kepadanya untuk bekerja.

"Yang terpenting saat ini adalah, bahwa kita semua harus tetap menjaga kondusifitas dalam ikatan persatuan dan kesatuan. Jangan sampai kita sendiri yang justru mengganggu dengan mengeluarkan statement yang kontraproduktif dengan sikap Presiden. Jangan sampai para elite kita lebih sibuk mengurusi politiknya dibanding memberikan kesempatan keduanya untuk bekerja," pungkasnya. (azr/knv)